Polisi Tangkap Pencuri yang Tinggalkan 6 Ekor Sapi di Kecamatan Tiris

5757

Tiris (wartabromo.com) – Enam sapi yang diamankan di Kecamatan Tiris ternyata milik warga Kabupaten Jombang. Polisi juga telah mengamankan seorang pelaku, tetapi 3 lainnya kabur.

Pelaku yang diamankan adalah M. Romsi, warga Dusun Lalangan, Desa Tunjung, Kecamatan Randu Agung, Kabupaten Lumajang. Pria berusia 23 tahun itu, merupakan 1 dari 3 pelaku yang melarikan diri.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, sapi itu dicuri dari daerah Jombang. Satu pelaku sudah kami amankan, warga Lumajang,” ungkap Kapolsek Tiris, IPTU. Agus Supriyanto.

Kapolsek menuturkan sekitar pukul 08.00 WIB, pihaknya mendapat informasi warga jika ada truk memuat sapi. Pihaknya kemudian melakukan penyisiran kendaraan truk. Ketika melihat truk kuning biru dengan Nopol P 8166 UY, petugas langsung menghentikannya.

Ternyata pengemudi dan 3 orang yang berada di truk langsung melarikan diri. “Tiga pelaku lainnya kabur dengan menyeberang sungai. Dan di dalam bak truk, memang ada bekas sapi,” lanjutnya.

Setelah itu, polisi mendapat informasi kalau ada 6 ekor sapi di Dusun Jambuan, Desa Tiris. Selanjutnya Kapolsek bersama sejumlah anggotanya mengecek ke lokasi. “Di belakang rumah kosong atau di lahan perkebunan ditemukan 6 ekor sapi,” sebut kapolsek.

Selanjutnya 6 ekor sapi betina jenis limosin itu dibawa ke Mapolsek Tiris. Termasuk truk yang dipakai oleh pelaku. “Kami berkoordinasi dengan Polres Jombang karena ini kasus lintas daerah,” tandas mantan KBO Satlantas Polres Probolinggo itu.

Dari informasi yang diterima wartabromo.com, sapi-sapi itu diperkirakan milik warga Dusun Nanggalan, Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Milik Sugiono, Bandi, Kudin, Kusnadi, Kamim, dan Arifin yang hilang pada Sabtu (17/10/2020) dini hari. Para korban tersebar di beberapa titik, yakni di RT/RW 01/04 dan 03/03.

Enam ekor sapi yang digondol maling, harganya antara Rp17,5 juta hingga Rp22 juta. Total kerugian diperkirakan lebih dari Rp100 juta. “Diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, karena sebelum itu warga masih ronda kampung. Sudah kami laporkan ke polisi,” sebut Kepala Desa Watugaluh, Ferianto. (saw/ono)