Mbois! Empat Tukang Becak Ini Patungan Ganti Bendera yang Rusak

848
Para tukang becak didsaat Simpang Empat Pegadaian saat mengganti bendera rusak dengan bendera baru yang dibeli dari patungan, Senin (19/10/2020).

 

Bangil (WartaBromo.com) – Aksi simpatik dilakukan empat tukang becak yang biasa mangkal di Simpang Empat Pegadaian Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Betapa tidak, mendapati bendera merah putih yang lapuk dimakan usia, mereka sepakat patungan untuk menggantinya dengan bendera yang baru, Senin (19/10/2020) pukul 17. 00.

Suroso (65) abang becak Stasiun Bangil asal Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo mengatakan, bendera yang tepat berada di pinggir Jalan Raya Surabaya-Pasuruan itu sejatinya sudah lama tak laik pakai.

“Tadinya kami masih menunggu, barangkali ada yang mengganti,” katanya di lokasi. Tetapi, perkiraannya itu salah karena hingga beberapa hari, tak kunjung diganti dengan yang baru.

Merasa prihatin, ia dan kawan-kawannya sesama tukang becak akhirnya sepakat untuk patungan. “Yawes kene urunan. Kesuwen nunggu diganti (ya sudah kami patungan. Kelamaan nunggu diganti, Red)” lanjut Suroso.

Bambang, tukang becak asal Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil menuturkan, secara kasat mata, bendera yang rapuh hanyalah selembar kain merah-putih.

Tetapi, sebagai bendera kebesaran negara, ia menyimpan banyak makna. Ada banyak nyawa dan pengorbanan sebelum akhirnya ‘merah-putih’ bisa terpasang tegak di ujung tiang.

“Saya pribadi sangat trenyuh melihat keberadaan bendera ini. Masak pihak pemerintah atau instansi terdekat tidak ada yang memperhatikan,” ujar tukang becak 60 tahun ini.

Karena itu, bersama Suroso, dan dua koleganya yang lain; Dowi dan Cokis, Bambang sepakat menyisihkan penghasilannya dari mengayuh becak untuk patungan.

Dari tangan mereka, terkumpul duit Rp 30 ribu yang kemudian dipakai membeli bendera baru. (oel/asd)