Kiai Mutawakkil Ajak Santri Jadi Pelopor Kesehatan

1068

Probolinggo (wartabromo.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, KH Moh Hasan Mutawakkil Allallah mengajak santri untuk menjadi pelopor kesehatan. Santri dinilai bisa sebagai resolusi jihad di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan saat memimpin upacara Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di halaman pesantren setempat.
Kepada peserta upacara menyampaikan, peringatan hari santri didasarkan pada resolusi jihad yang dikeluarkan KH. M Hasyim Asy’ari untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Resolusi itu melatarbelakangi pertempuran 10 November di Surabaya yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Di masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, tantangan santri berbeda. Sehingga tantangan santri saat ini berbeda dari saat resolusi jihad dikeluarkan di periode awal. Saat ini, jihad yang bisa dilakukan santri adalah jihad kesehatan.

“Resolusi jihad santri sekarang adalah jihad kesehatan. Bagaimana santri menjadi pelopor kesehatan dengan pola hidup sehat,” kata Kiai Mutawakkil dihadapan ribuan santri.

Jihad kesehatan itu, antara lain seperti memakai masker saat beraktivitas, membiasakan mencuci tangan dengan air mengalir, serta menjaga jarak saat berada di keramaian.

Kiai murah senyum itu menyebut pandemi merupakan pelajaran dari Allah SWT. Mengajarkan kepada manusia betapa berharganya nikmat kesehatan. Juga pelajaran untuk berupaya menjaga nikmat tersebut.

“Alhamdulillah Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, bebas corona,” sebut Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tersebut.

Tahun ini, peringatan HSN dilaksanakan secara sederhana. “Peringatannya dilakukan serba terbatas, karena berlangsung di tengah pandemi Covid 19. Namun itu tidak mengurangi semangat untuk memperingatinya” tandas mantan Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim itu. (saw/ono)