Pemkab Pasuruan Gelar Upacara Hari Santri, Peserta Berbusana Muslim

577
UPACARA SANTRI: Bupati Irsyad Yusuf saat menjadi pembina upacara Hari Santri di lingkungan Pemkab Pasuruan pada 22 Oktober.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Hari Santri Nasional (HSN) serentak dilakukan di berbagai daerah tepat pada tanggal 22 Oktober. Tanggal itu menjadi tonggak sejarah dicetuskannya HSN. Untuk menandai HSN itulah, beberapa daerah menggelar upacara. Termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Upacara memperingati HSN ini dipusatkan di lapangan dalam Kantor Pemkab Pasuruan di Jl Hayam Wuruk. Nah, ada yang menarik dalam upacara HSN. Jika biasanya peserta upacara rata-rata berpakaian kedinasan, namun pada HSN, peserta wajib berbusana muslim. Seluruh ASN, petugas upacara (termasuk pengibar sang saka merah putih) dan peserta upacara seluruhnya berbusana muslim.

HORMAT SANG SAKA: Penghormatan terhadap Sang Saka Merah Putih tetap wajib diikuti saat upacara Hari Santri Nasional di lingkungan Pemkab Pasuruan.

Upacara digelar sekitar pukul 09.00. Upacara diikuti seluruh Kepala dinas, badan, bagian serta para ulama dan habaib. Mereka semua memakai sarung. Boleh berwarna warni. Ada yang berwarna putih, hijau atau kuning. Namun yang pasti, bagian atas kepalanya bersongkok hitam dan berbaju koko warna putih.  Kecuali banser yang memang terlihat dengan memakai atribut kebesarannya.

SANTRI PONPES: Para santri dari Ponpes Sidogiri dan Al-Yasini menjadi peserta upacara memperingati Hari Santri Nasional dengan memakai busana muslim khas mereka; putih-hijau.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf bertugas sebagai pembina upacara. Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini mengenakan sarung kuning dan baju koko putih. Sementara peserta upacara dari puluhan santri Ponpes Sidogiri dan Al-Yasini. Sesuai ciri khas mereka, para santri berpakaian baju putih bersarung hijau.
Dalam amanatnya, Bupati Irsyad mengemukakan tema Hari Santri Nasional tahun 2020 adalah “Santri Sehat, Indonesia Kuat”.

BAJU MUSLIM: Para ASN di lingkungan Pemkab Pasuruan kompak berbusana muslim saat mengikuti upacara Hari Santri, Kamis (22/10).

Saat ini, pondok pesantren menjadi tempat yang aman bagi santri. Diharapkan para santri tetap menjaga kesehatan, kebersihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

DRUMB BAND: Para pemain drumb band yang mengiringi lagu saat upacara hari santri juga memakai busana muslim. Lagu yang diiringi termasuk lagu kebanggaan santri berjudul Yalal Wathon.

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk mencetak para santri mandiri, agamis serta ikhlas dalam berbagai hal. Karenanya para santri bisa memiliki integritas yang tinggi kepada masyarakat sekitar.

“Kekuatan utama dunia pesantren terletak pada nilai-nilai keikhlasan, kemandirian, ketawadukan dan kejujuran,” tutur Gus Irsyad saat memberikan amanat upacara, Kamis pagi (22/10).

Ia juga menegaskan, di Pasuruan pesantren-pesantren ini harus tetap menerapkan protokol kesehatan serta menjaga hidup bersih dan sehat. Hal itu dilakukan agar terhindar dari virus corona.

Untuk itu, kegiatan dalam menyambut HSN 2020 ini lebih ke dalam menjaga hidup sehat dan bersih. Salah satunya adalah lomba kebersihan pesantren dan senam santri. Serta pada puncak acara adalah heroik santri yang digelar secara virtual.

Santri di Pasuruan diharapkan tetap kreatif dan berinovasi dalam masa pandemi seperti ini. Selain itu, pesantren juga tetap aman dan terbebas dari virus corona. “Saya berharap santri di Pasuruan lebih kreatif dan inovatif lagi di masa pandemi seperti ini,” ungkapnya. (don/day/*)