Muncul Program MOTIF untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif

876
APRESIATIF: Gus Ipul saat hadir dan berdialog dengan pegiat industri kreatif di salah satu cafe di Kota Pasuruan.

Pasuruan (Wartabromo.com) – Ada saja konsep yang diluncurkan Gus Ipul. Pria dengan nama lengkap Saifullah Yusuf ini kembali membuat program. Setelah konsep Kota Madinah, konsep yang lebih concern ke sektor industri kreatif dan UMKM juga siap diviralkan.

Namanya, MOTIF. Menurutnya, MOTIF adalah akronim dari Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif. “Program ini jawaban bagi pelaku UMKM dan Industri kreatif agar terus bertahan dan bisa berkembang di era sekarang,” ujarnya saat berkumpul bersama kaum muda kreatif di “Dialoogi” Coffe & Bistro.

IDE MOTIF: Saat bertemu kreator muda, Gus Ipul menawarkan program MOTIF yang konsen pada UMKM dan industri kreatif.

Kebetulan Café yang berada di Jl Hayam Wuruk ini sedang soft opening, Rabu (21/10) itu. industri kreatif di sektor kuliner ini mulai terasa lagi di Kota Pasuruan. Setelah dihantam badai pandemic, harus diakui ada beberapa sector yang sempat gulung tikar. Termasuk sector kuliner, UMKM dan yang lain.

KAUM MUDA: Gus Ipul memberikan kaos kepada para kaum muda kreatif. Kaos itu bernada sindiran “Jangan menilai berdasarkan Jarene”.

Nah, semangat untuk bangkit inilah yang coba digugah Gus Ipul. Calon Walikota Pasuruan ini menyatakan untuk memajukan pariwisata di suatu daerah, salah satu item penunjangnya adalah kuliner.
Artinya, industri kuliner ini pelengkap kemajuan pariwisata di Kota manapun. “Ini perlu diapresiasi. Semakin banyak pilihan kuliner, maka semakin banyak harapan wisatawan akan datang ke Kota Pasuruan,” cetusnya.

Gus Ipul sangat mendukung industri kreatif ini. Kata dia, ini sejalan dengan program MOTIF yang diusung bersama Mas Adi, jika nanti diberi amanah memimpin Pasuruan.

Di dalam MOTIF, lanjutnya, ada beberapa program penguatan. Di antaranya menghubungkan UMKM dan ekonomi kreatif dengan perusahaan besar. Membangun tempat pelatihan dan berkumpul bagi start up.
Lalu, memberikan insentif modal usaha mikro dan ekonomi kreatif terpadu.

Bahkan, menerapkan kelurahan 1 collaborative space sebagai tempat pelatihan dan berkumpul. Dan terakhir, membuat satu kecamatan satu conworking space atau fasilitas belajar dan bekerjasama.

“Saya justru mengharapkan semakin banyak bermunculan industri seperti ini. Saya siap mendukung untuk kemajuan Kota Pasuruan,” paparnya.

Dia menjelaskan, Dialoogi ini bukan hanya sekedar restoran. Tapi bisa dijadikan sebagai tempat kumpul, tempat diskusi, dan bisa dijadikan sebagai tempat kerja. “Yang penting nyaman, aman dan tenang. Tapi tentu tetap mengedepankan standar protokol kesehatan. Karena ini masih musim pandemi COVID-19,” jelasnya mewanti-wanti.

Tak hanya mengapresiasi, paslon nomor urut 01 ini juga memberikan hadiah untuk founder dan tim dari Dialoogi Coffe & Bistro ini. Hadiah yang diberikan adalah kaos warna hitam bertuliskan “Jangan Menilai Berdasarkan Jarene”.

Terpisah, Co Founder Dialoogi Coffe & Bistro, Derivian mengatakan, semangat membangun Dialoogi ini adalah ingin memberikan penawaran ke masyarakat Pasuruan khususnya. “Jadi yang ingin mencari makan, atau hanya ingin nongkrong tidak harus keluar kota seperti ke Malang, Pandaan, Surabaya, ataupun Sidoarjo. Cukup di dalam kota saja,” jelas dia.

Ia bersama Founder memang sengaja membawa konsep restoran di Kota Besar dibawa ke Kota Pasuruan. Tak hanya itu, ia memastikan pelayanan di sini bintang lima, tapi harga kaki lima. “Kalau urusan makanan dan minuman, kami jamin harganya sangat terjangkau. Kisaran harga di sini Rp 12.000 – Rp 50.000. Jadi, kami menyesuaikan, meskipun tidak mengurangi kualitasnya,” terangnya sembari berpromosi.

Menurutnya ini menjadi tempat alternatif untuk makan sembari diskusi. Ia membuat tempat ini dengan konsep senyaman mungkin. Secara umum, konsep bangunannya merujuk pada gaya industrial tropis. Jadi, konsep industrial dikombinasikan dengan sejumlah tanaman-tanaman segar di dalamnya. (day/*)