Kala Pemuda-Pemerintah Bertemu

544
Suasana bincang santai antara kelompok pemuda, dewan dan pemerintah di Kebun Raya Purwodadi, Minggu (25/10/2020). Foto: Miftahul Ulum.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) -Isu kepemudaan menjadi topik hangat menjelang Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang.

Minggu (25/10/2020) pagi, sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Pasuruan menggelar acara bincang-bincang di Kebun Raya Purwodadi.

Kegiatan bertajuk “Pemuda Bisa Apa?” itu pun berlangsung gayeng dengan hadirnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi dan koleganya dari Komisi II Sugiarto.

Beberapa pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkat yang juga hadir di lokasi membuat suasana obrolan berlangsung makin hangat.

Dalam kesempatan itu, sejumlah OKP banyak mengeluhkan legalitas organisasi yang proses pengurusannya cukup mahal. Kedua adalah soal perhatian dinas terkait yang dinilai kurang dalam membuka ruang kreasi para pemuda.

Sugiarto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan kesiapan untuk membantu mengawal dan memberikan dana untuk pengurusan legalitas organisasi. Ia bahkan menantang kelompok pemuda yang hadir untuk adu kreativitas.

“Nanti buat jambore produk dari organisasi, bisa conten creativ, bisa karya lain, sehingga bisa dikenal masyarakat,” ungkapnya dalam kegiatan yang dihelat pukuk 08. 00 itu.

Senada dengan Sugiarto, Ponco, perwakilan dari Bakesbangpol menyanggupi aspirasi dari OKP terkait pendampingan untuk memperoleh legalitas organisasi.

“Kami siap mengawal dan memfasilitasi organisasi kepemudaan untuk memperoleh badan hukum, nanti pendanaan juga bisa kita bantu,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah menyatakan bahwa Dispora berencana membangun Graha Pemuda sebagai ruang berkembang dan berkreasi pemuda di Kabupaten.

“Terkait dengan Graha Pemuda, nanti kita tawarkan ke DPRD mau dibangun dimana, dan waktunya tergantung dewan,” ungkapnya kepada Wartabromo sebelum meninggalkan acara.

Andri Wahyudi, Wakil Ketua DPRD setempat juga mengaku terbantu dengan acara tersebut. Dikatakannya, kegiatan itu sekaligus sebagai upaya memecah kebuntuan komunikasi antara pemuda dan stakeholder.

“Acara semacam ini penting untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pemuda. Biar kami bisa mengurai permasalahannya dimana. Kami siap mendampingi program dan membantu permasalahan yang mereka hadapi,” ungkapnya.

Faroh Ilhami, Ketua Panitia Acara dari Pasuruan Youth Forum (PYF), menyebutkan acara ini memang sengaja digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Sekaligus memfasilitasi OKP untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi. Terutama terkait legalitas dan pendanaan organisasi dengan mempertemukan dengan pemerintah.

“Kami berharap adanya sinergitas antara pemuda dan pemerintah agar pemuda bisa maju,” tutur Faroh, pemuda asal Sukorejo.

Acara ini berakhir sekitar pukul 13.00 dengan penandatanganan kesepakatan antara OKP, Dispora, Dispendik, Bakesbangpol dan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. (oel/asd)