Pondok Genggong Tiadakan Libur Maulid Nabi

1726

 

Probolinggo (wartabromo.com) – Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo meniadakan libur maulid nabi bagi santri. Kebijakan Itu diambil untuk menjaga kesehatan santri di tengah pandemi Covid 19.

Tradisi libur pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini disikapi berbeda oleh Pesantren Genggong. Melalui Surat Maklumat dengan nomor: 0668/I.01-PZH/SE-7/X/2020, libur maulid nabi ditiadakan.

Maklumat itu ditandatangani Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah, Jumat, (23/10/2020).

“Sebagaimana yang dimaklumatkan oleh Keluarga Besar Pesantren Genggong, maka untuk libur santri hari maulid ditiadakan dengan beberapa pertimbangan selama masa pandemi Covid 19,” sebut Sektretaris Pesantren, Taufiq Hidayat.

Kebijakan itu, kata Taufiq, sebagai bentuk ikhtiar sehat dari pihak pesantren. Tidak ada tujuan lain selain demi kemaslahatan dan kebaikan para santri dan wali santri.

Di mana selama situasi dan kondisi selama pandemi Covid-19 mengharuskan membatasi diri. Juga bersama-sama saling menjaga kesehatan.

“Bila situasinya di kemudian hari sudah mulai membaik, maka libur maulid yang kali ini ditiadakan akan diganti di hari dan bulan yang lainnya,” sebut Taufiq.

Karena santri tak pulang libur maulid, maka wali santri diperkenankan menjenguk anak-anaknya di pesantren. Kunjungan wali santri tetap seperti biasanya. Namun, harus mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak. Wali santri harus sehat, bila wali santri mengalami sakit flu, kami sarankan untuk tidak menjenguk putra atau putrinya,” tandas Taufiq.

Muhammad Halil, salah satu wali santri memahami keputusan dari pesantren. Ia mengaku bersyukur dengan ikhtiar pesantren dalam menjaga kesehatan putranya. Maklumat itu, didapatnya dari grup medsos pesantren.

“Alhamdulillah. Jika pun pulang, anak-anak dimungkinkan tertular Covid-19, sebab kalau sudah pulang ke rumah pasti akan bertemu banyak orang yang belum tentu disiplin menjalankan protokol kesehatan,” sebut alumni PZH itu.

Selain Ponpes Zainul Hasan Genggong, Ponpes Nurul Jadid Paiton, dan Badridduja Kraksaan Kabupaten Probolinggo juga meniadakan libur maulid bagi santri. Pertimbangannya sama, yakni melindungi dari pandemi corona. (saw/ono)