Akibat Kebakaran, PT. Jawa Lily Merugi Hingga Rp20 Miliar

854

Wonomerto (wartabromo.com) – Kebakaran gudang PT. Jawa Lily Furniture di Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, akhir September 2020 lalu, membuat perusahaan rugi besar. Selain itu, proses produksi juga mengalami gangguan.

Humas PT. Jawa Lily, Alfin Hidayati menyebut, perkiraan kerugian akibat kebakaran berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp20 miliar. Kebakaran yang terjadi di gudang C finishing tersebut, di antaranya menghanguskan mesin penggosok kayu.

Selain itu, bahan siap ekspor dan bangunan gudang juga dilalap si jago merah. “Saat ini kami sudah beroperasi, tapi menggunakan tenaga manual. Tidak memakai mesin seperti sebelum kebakaran,” katanya, Rabu (4/11/2020).

Tak hanya kerugian material, akibat kebakaran perusahaan juga menderita kerugian pendapatan. Alfin mengungkapkan, penurunan pendapatan yang terjadi berkisar di bawah 50 persen dari total pendapatan perusahaan.

“Jumlah pastinya pendapatan perusahaan kami tidak bisa sebutkan. Yang jelas kami sedikit kesulitan memenuhi target permintaan yang sudah masuk,” tutur Alfin.

Perusahaan saat ini tengah memesan kembali sejumlah mesin yang terbakar di bagian finishing. Diperkirakan, operasional pabrik kembali normal, Januari 2021 mendatang.

Antisipasi terulangnya kejadian serupa, pihak pabrik juga telah menggandeng sejumlah pihak terkait. Mulai dari Disnaker, kepolisian, dan instansi lainnya. Upaya melengkapi alat keselamatan dan strategi penanganan bencana juga telah disiapkan. Hal itu dimaksudkan agar ke depan tidak terjadi lagi peristiwa yang merenggut dua nyawa karyawan itu.

Seperti diwartakan sebelumnya, gudang PT. Jawa Lily Furniture, terbakar hebat pada 30 September 2020. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu mesin. Banyaknya bahan mudah terbakar, membuat api cepat membesar. Dua karyawan, terjebak api dan menjadi korban dalam insiden tersebut. (lai/saw)