Antisipasi Banjir Tahunan, PT CJI Keruk Sungai Rejoso Sepanjang 2,5 KM

778
NORMALISASI SUNGAI: Tim dari CJI, Kepala Desa Toyaning dan Arjosari serta muspika Rejoso melakukan pengecekan dari kegiatan normalisasi Kali Rejoso.

Pasuruan (Wartabromo)- Wilayah Rejoso menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang hampir selalu disambangi banjir setiap tahunnya.

Selain curah hujan, hal ini juga disebabkan fungsi sungai Rejoso yang tidak normal. Sering terjadi pendangkalan. Sehingga timbul pulau-pulau baru di tengah sungai. Selain itu terjadi penyempitan. Saluran sungai menjadi tidak lurus. Banyak belokan. Parahnya lagi mulai menumpuknya sampah di bibir sungai.

KERJASAMA: Penandatanganan kerjasama antara PT CJI yang diwakili Humas, Imron Gunawan dengan Kepala Desa Toyaning, Syafiul Anam disaksikan Muspika Rejoso.

Sebagai salah satu bentuk Corporate Social Responsibilty (CSR), perusahaan Cheil Jedang Indonesia (CJI) turut ambil bagian meringankan beban masyarakat. CSR ini diberikan sebagai salah satu perwujudan filosofi perusahaan tumbuh Bersama, maju dan berkembang bersama masyarakat.

TRADISI: Selamatan dan doa bersama warga sebelum kegiatan normalisasi sungai Rejoso supaya lancar dan selamat.

CJI bekerjasama dengan instansi pemerintah desa Toyaning dan Arjosari melakukan kegiatan normalisasi sebagian sungai Rejoso.

Tujuannya untuk mengantisipasi dan mengeliminasi dampak banjir tahunan yang biasanya terjadi pada Januari hingga Maret. Kegiatan pengerukan endapan atau delta dan pembersihan badan sungai. Sehingga fungsi sungai berjalan sebagaimana mestinya.

TRAKTOR AMPHIBI: Pengerjaan normalisasi Kali Rejoso menggunakan traktor amphibi sepanjang 2,5 KM.

Sebelum dilakukan normalisasi, warga Bersama CJI melakukan doa Bersama. Mereka selamatan Bersama. Agar saat melakukan kegiatan normalisasi diberikan kelancaran oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kepala Desa Arjosari, Kuswadi Aminoto – mewakili masyarakat, menyampaikan terima kasih atas kepedulian PT CJI dalam program baik ini.

LANCAR: Normalisasi Kali Rejoso sudah terlihat bersih, lurus, lebar dan dalam.Diharapkan fungsi sungai menjadi normal.

Ucapan serupa disampaikan Camat Rejoso, Khomari SH, MSI. Camat meminta program ini bisa berkelanjutan setiap tahunnya. Karena kalau terjadi banjir, PT CJI juga ikut merasakan dampaknya juga.

Kegiatan ini diawali dengan penandatanganan kerjasama yang disaksikan Muspika Rejoso. Penandantangan dilakukan di Balai Desa Toyaning pada 30 September.
Kemudian dilanjutkan dengan Start pada 6 Oktober.

Untuk pengangkatan endapan dilakukan dengan alat berat. Hal ini supaya efektif dan efisien. Sedang pembersihan oleh pemberdayaan masyarakat untuk menunjang ekonomi di tengah pandemic Covid-19.

Kegiatan ini mendapat apreasi dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Melalui pesan singkat yang disampaikan ke manajemen CJI, Wakil Bupati Pasuruan, KH Mujib Imron SH MH mengapresiasi apa yang dilakukan CJI. Menurutnya, selain karena refocusing Covid-19, anggaran Pemprov tahun ini hanya bisa untuk normalisasi kali Welang Kraton saja.

Gus Mujib berharap, tahun 2021, kali Rejoso bisa dinormalisasi. Sehingga banjir tahunan tidak terjadi.
Sementara itu, Imron Gunawan selaku Humas PT CJI menegaskan, ada tiga hal dalam program CSR ini.

Pertama, untuk mengantisipasi banjir tahunan. Kedua, ada nilai ekonomi pemberdayaan masyarakat di tengah badai Covid-19. Dan ketiga, sosialiasi tidak sembarang membuang sampah di sungai.

Lebih lanjut, Humas PT CJI yang akrab dipanggil IG ini menjelaskan bahwa program normalisasi sungai Rejoso ini sudah di lakukan rutin setiap tahun .Biasanya hanya sepanjang 1,1 KM dekat perusahaan.

Namun khusus tahun 2020 ini, karena kondisi badan sungai yang sangat parah, maka yang disasar dari normalisasi ini sejauh 2.5 KM. Mulai jembatan dusun Gerongan Desa Toyaning sampai jembatan rel kereta api di Rejoso Lor. (day/*)