PAC Muslimat NU Bangil Gelar Maulid Nabi, Baksos Peduli Korban Banjir

1088
Dr Hj Laili Abidah SAg MM: Ketua PAC Muslimat NU Bangil saat sambutan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bangil (Wartabromo.com) – PAC Muslimat NU Bangil berkiprah lagi. Badan otonom NU yang dipimpin Dr Hj Laili Abidah ini menggelar dua kegiatan sekaligus.

Pertama, peringatan Maulid Nabi yang dipusatkan di Gedung PC Muslimat NU Bangil, Jl Salak – Kidul Dalem Bangil pada 5 November 2020. Kemudian sehari sesudahnya – tepatnya 6 November, Jamiyah Muslimat ini terjun langsung ke lokasi banjir. Mereka memilih bakti sosial ke kampung asap, Dusun Gedang Klutuk Desa Kedung Boto Kecamatan Beji.

KOMPAK: Acara Peringatan Maulid Nabi yang digelar PAC Muslimat NU Bangil dihadiri Ibu Nyai Ismatul Izzah dan Ketua PC Muslimat NU Bangil yang juga anggota komisi 8 DPR RI, Dra Hj Anisah Syakur MAg (empat dari kanan).

Dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, dihadiri oleh Ibu Nyai Ismatul izzah dan Ketua PC Muslimat NU Bangil yang juga anggota komisi 8 DPR RI, Dra Hj Anisah Syakur M.Ag.
Dalam sambutannya, Hj Anisah menyampaikan pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

DIRIGEN: Ketua PAC Muslimat NU Bangil, Dr Hj.Laili Abidah SAg MM juga bertindak sebagai dirigen dalam acara tersebut.

Mengingat kondisi masih pandemi, maka yang hadir dalam acara Maulid Nabi pun dibatasi. Hanya sekitar 100 orang. Terdiri dari pengurus harian PAC dan perwakilan dari ranting. Per ranting sebanyak 2 orang. Sebagian yang hadir juga dari pengurus PC Muslimat, PAC Fatayat.

TURBA: Hj Laili Abidah (kerudung hijau) disambut hangat oleh pengurus ranting saat turba.

Dalam acara Peringatan Maulid Nabi tersebut, Ketua PAC Muslimat NU Bangil, Dr Hj Laili Abidah S.Ag .MM mengatur jalannya acara hingga tuntas. Termasuk dirinya juga memimpin Mars Muslimat sebagai Dirigen.

Saat menyampaikan sambutan, Dr Hj Laili Abidah menyatakan, dalam peringatan Maulid Nabi, semua pihak diingatkan untuk introspeksi diri. “Mari kita berupaya sama-sama membenahi diri. Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini. Agar kita termasuk orang-orang yang beruntung,” ujar Neng Bida, panggilan akrabnya.

Tentang Maulid atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, menurut Neng Bida, sudah selayaknya dirayakan dengan cara bersedekah fikiran, tenaga, finansial sebagai  bentuk penghormatan dan apresiasi atas perjuangan Nabi dalam mengukuhkan agama Allah SWT, Li I`la Li Kalimatillah.

“Kita jadikan beliau (Rasulullah) sebagai figur spiritual, agar kita termotivasi untuk melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita menjadi muslimat (perempuan islam) yang siap mengajak generasi penerus untuk terus meraih derajat ketaqwaan kepada Allah SWT dan menjadikan Islam Rahmatan lil alamiin,” ujarnya.

Semoga Allah SWT memberi kemudahan, kekuatan dan ketaqwaan. Panjang usia, rezeki yang luas dan barokah. Aamin Alllahumma aamiin,” doanya.

PAC Muslimat NU Bangil juga sempat melakukan turba (turun ke bawah) saat bulan Maulid. kepada 30 ranting. Yang menarik dalam turba ini, setiap ranting punya group hadrah. Saat turba juga dimeriahkan dengan Mars muslimat, hymne muslimat, dan subbanul wathon.

PEDULI KORBAN BANJIR: Hj Laili Abidah bersama pengurus PAC Muslimat NU Bangil saat bakti sosial ke lokasi banjir di dusun Gedang Klutuk Desa Kedung Boto, Beji.

Selanjutnya, PAC Muslimat NU Bangil juga peduli pada korban banjir. Bakti sosial ini diarahkan ke dusun langganan banjir. Yakni, dusun Gedang Klutuk Desa Kedung Boto Kecamatan Beji. Menurut Neng Bida, baksos ini merupakan solidaritas sosial yang harus dibangun. Bukan hanya masalah finansial semata. Jauh lebih penting dari itu adalah rasa solidaritas dalam berhidmat di Muslimat NU.

“Kita menginginkan agar tercipta suasana tenteram, damai dan sejahtera untuk semua,” ujar Neng Bida.

Dalam baksos kali ini, jamiyah Muslimat disambut dengan positif oleh Kades Kedung Boto, Subandi. Dibantu perangkat yang lain, pengurus PAC Muslimat NU Bangil ikut membagikan langsung pada seluruh warga terdampak banjir.

Kades Subandi menyatakan, sudah ada program pemerintah daerah untuk menanggulangi banjir di desa ini. Hanya pengerjaanya terkesan lambat karena datang musim hujan. Sehingga, banjir pun tak terhindarkan.

Ning Bida mengimbau kepada pemerintah daerah agar bisa lebih fokus lagi pada desa-desa yang rawan banjir. Menurut tokoh masyarakat Bangil ini, bagaimana urusan kemanusiaan ini lebih dikedepankan daripada kepentingan politik.

“Paling tidak ke depan ada penyeimbangan sosial dan politik. Agar program pemerintah daerah bisa berjalan dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Pasuruan secara luas,” sarannya.

Di sisi lain, Kedung Boto yang dikenal sebagai kampung ikan asap ini masih semangat berusaha. Setelah sempat libur selama 5 hari akibat hujan deras dan banjir itu, para pedagang ikan asap mulai bekerja lagi.

Tentang kampung ikan asap ini, Neng Bida menegaskan harusnya pemerintah daerah serius membantu agar kampung ikan asap ini lebih ramai dan nyaman. Misalnya, mempromosikan di dunia maya (medsos) sebagai bentuk pengembangan dan otonomi daerah.

“Jadi pengembangan kampung ikan asap ini dikemas lebih cantik. Bukan hanya kuliner saja. Mungkin bisa ditambah dengan view agar lebih menarik. Yang dari luar kota bisa asyik berkuliner ria di daerah tersebut. Karena aksesnya juga sangat dekat dengan jalan pantura,” ujarnya. (day/*)