MUI Kehilangan Jejak Tarekat Sesat di Probolinggo

2010

Kraksaan (wartabromo.com) – MUI Kabupaten Probolinggo mengakui adanya aliran tarekat sesat. Namun, perkumpulan ulama itu kehilangan jejak, belum bisa mendeteksi aliran ini.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Moh. Yasin mengatakan, ajaran sesat seperti yang disampaikan Wakil Ra’is Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah memang benar adanya.

Aliran tersebut sudah pernah masuk dalam ranah pengawasannya. Namun, sebelum dilakukan tindakan, pihaknya mengalami kesulitan informasi.

“Karena memang sering berpindah-pindah tempat. Kadang di Kecamatan Tiris, setelah kita ketahui lokasinya tiba-tiba pindah ke Kecamatan Krucil. Oleh karena itu kami akan bekerjasama dengan PCNU Kota Kraksaan, karena kami tidak mampu berjalan sendirian,” sebut Yasin pada Senin, 9 November 2020.

Baca Juga :   Angkut Kayu Hutan Argopuro, 2 Warga Ditangkap Polisi

Di lain pihak, Ketua PCNU Kota Kraksaan, KH Shihabuddin Sholeh mengungkapkan aliran sesat tersebut, berada di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris. Tarekat itu dipastikan menyimpang dari syariat yang ada. Masyarakat sekitar juga resah.

“Memang ada tarekat yang menyimpang di Pesawahan Tiris dan Leces, karena memang wiridannya remang-remang. Kumpul laki perempuan kan dalam Islam tidak boleh, apalagi ada telanjangnya. Kami akan kerja sama dengan MUI (pusat) untuk menangani ini,” kata Kiai Syihab.

Sebagaiman diwartakan sebelumnya, Wakil Ro’is Syuriah PWNU Jawa Timur, KH. Moh Hasan Mutawakkil Alallah menyebut ada ajaran tarekat yang menyimpang, berkembang di 2 kecamatan, yakni Leces dan Tiris.

Untuk menggaet pengikut, tarekat itu mengklaim sebagai bagian dari tarekat Tijaniyah. Namun, dalam praktiknya ada penyimpangan, di mana dalam amalannya, lelaki dan perempuan berada dalam satu tempat. Bahkan, bertelanjang diri alias melepas busana, juga mematikan lampu penerangan. (saw/ono)