Kenali Ciri Kematian Janin dalam Rahim

766

 

Pasuruan (Wartabromo.com) – Melahirkan bayi yang sehat dan normal merupakan impian setiap ibu yang tengah mengandung. Sayangnya, tak sedikit pula yang harus merelakan jabang bayinya harus meregang nyawa sebelum dilahirkan ke dunia.

 

Mengutip kumparan, kematian janin dalam rahim berbeda dengan keguguran. Disebut keguguran ketika usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Sementara kematian janin dalam rahim terjadi ketika usianya lebih dari 20 minggu.

 

Dokter speialis kandungan, dr. Ardijansyah Dara SpOG, mengungkapkan, penyebab kematian janin dalam rahim bergam. Mulai dari infeksi, masalah pada plasenta, atau bayi terlilit tali pusar. Kondisi tersebut ada yang terdeteksi, ada yang tidak.

 

Sebenarnya, bagaimana ciri kematian janin dalam rahim?

 

1.Ibu hamil mengalami pendarahan

 

Pendarahan dalam jumlah banyak dan terus menerus pada ibu hamil perlu diwaspadai. Meski demikian, tidak semua pendarahan menjadi pertanda keguguran atau kematian janin dalam rahim. Jadi, ketika pendarahan tampak menghawatirkan, segera konsultasikan kepada dokter.

 

2.Bayi dalam kandungan tidak bergerak

 

Memasuki usia 15 atau 16 minggu kehamilan, bayi dalam kandungan yang sehat akan aktif bergerak. Frekuensi dan kekuatan gerakan akan bertambah seriting bertambahnya usia kehamilan. Nah, ketika bayi dalam kandungan mendadak tidak bergerak, bahkan terjadi beberapa hari, segera temui dokter.

 

3.Payudara mengecil

 

Payudara ibu hamil biasanya lebih sensitif dan turut membesar. Ketika hal sebaliknya yang terjadi, bisa jadi berkaitan dengan hormon kehamilan yang terhenti lantaran kematian janin dalam rahim. Jadi, perlu periksakan diri ke dokter ya.

 

4.Demam, pusing dan kram perut

 

Tubuh akan memberi sinyal jika ada yang tidak beres dengan jabang bayi yang sedang dikandung. Misalnya, ketika bayi meninggal akibat infeksi, biasanya memicu demam. Maka dari itu, apabila mendadak merasakasn demam, pusing dan kram perut bersamaan, penting untuk memerikasakan kondisi jabang bayi.

 

5.Detak jantung bayi dalam kandungan tak terdeteksi

 

Seperti manusia pada umumnya, ketika bayi dalam kandungan meninggal, maka detak jantungnya akan berhenti. Tak ada salahnya, jika di rumah sedia stetoskop untuk memantau detak jantung bayi. Apabila mendadak tidak bisa terdeteksi, bisa segera mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

 

6.Ketuban merembes

 

Umumnya, cairan ketuban yang keluar merupakan salah satu tanda persalinan sudah dekat. Akan tetapi, jika ketuban keluar sebelum waktunya, artinya janin berhenti berkembang. Kalau sudah begitu, segera periksakan ke dokter. (bel/ono)