Anggaran Normalisasi Berlebih, Dinas PU SDA TR Cari Lokasi Baru 

1086
Kegiatan normalisasi saluran irigasi di wilayah Gempol, Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2021. Foto: Miftahul Ulum.

 

Gempol (WartaBromo.com)- Anggaran proyek normalisasi jaringan irigasi Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan (PU SDA TR) tahun 2020 di Kecamatan Gempol berlebih.

Sebelumnya, dinas terkait telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 juta untuk tiga lokasi. Akan tetapi, setelah pengerjaan, pagu anggaran tersisa 50 persen.

Imam Wahyudi, Kabid OP Dinas terkait saat dikonfirmasi Wartabromo menjelaskan, pagu anggaran untuk normalisasi jaringan irigasi di Kecamatan Gempol masih tersisa sekitar 50 persen.

Untuk sisa pagu anggaran ini, pihaknya memilih lokasi baru yang masih di Kecamatan Gempol, yakni di Dusun Gempol Baru, Desa Gempol.

“Untuk normalisasi jaringan irigasi Kebonsari, pengerjaanya menggunakan tenaga manual, disebabkan lokasinya sulit dijangkau alat berat, sekaligus dekat dengan permukinan padat penduduk,” terang Imam kepada Wartabromo.

Lokasi baru yang dimaksud adalah jaringan irigasi Kebonsari, dengan panjang kurang lebih 800 meter di Dusun Gempol Baru Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Tiga titik lokasi yang sebelumnya menjadi sasaran normalisasi adalah saluran Besuki, Desa Kejapanan dengan panjang 375 meter, Saluran Kepulungan Desa Ngerong 1300 m, dan Saluran Sumberringin Desa Sumbersuko sepanjang 815 m. Progres pengerjaan di dua titik sudah selesai, hanya saluran Sumberringin yang progresnya masih 40 persen.

Imam menjelaskan terkait alasan dipilihnya lokasi tersebut lantaran saat hujan, kerap menyebabkan banjir hingga menggenangi rumah penduduk setinggi 20-30 meter.

“Untuk penanganan normalisasi tambahan di sana, kita juga tetap menggunakan tenaga manual karena lokasinya sulit di jangkau alat berat dan berada di pemukiman dapat penduduk,”ngkap Imam saat ditemui WartaBromo, Rabu (25/11/2020).

Normalisasi di Kebonsari sudah dilakukan sejak hari ini, Rabu (25/11/2020). Pihaknya menargetkan proses pengerukan dan pembersihan alang-alang selama dua pekan.  Pengerjaan akan dikebut karena sudah mendekati akhir tahun.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari  ke depan tidak ada gangguan cuaca seperti hujan deras, sehingga tidak mengganggu pengerjaan di sana,” pungkasnya. (oel/asd)