Pemkot Probolinggo Dorong UMKM Melek  Digital di Era Pandemi

478
UMKM batik di Kota Probolinggo. Pemkot setempat mendorong para pelaku UMKM memaksimalkan teknologi digital di saat pandemi seperti sekarang ini. Foto: Sundari.

Kanigaran (WartaBromo.com) – Pandemi corona membuat interaksi antara warga terbatas. Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo pun mendorong pelaku UMKM memasarkan produk secara digital.
Peluang itu sangat besar seiring perkembangan teknologi digital yang semakin canggih.

“UMKM merupakan usaha yang memiliki ketahanan luar biasa dalam menghadapi krisis. Namun, ketika pandemi COVID-19, juga memukul usaha karena ada pembatasan aktivitas masyarakat,” sebut Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Aman Suryaman pada Rabu (25/11/2020).

Adanya pembatasan sosial itu, menurut Aman, bukanlah sebuah halangan untuk terus mengembangkan usaha. Karenanya, pemasaran digital bisa menjadi solusi. Bisa menjadi salah satu pilihan untuk memperluas pemasaran.

Apalagi, mayoritas sudah memiliki gadget. Meski belum dioptimalkan untuk memasarkan produk UMKM secara digital. Karena itu, pihaknya mendorong pelaku UMKM untuk kreatif dan melek teknologi digital. Salah satunya dengan menyelengarakan Webinar Program Pemulihan Ekonomi Nasional pada Senin, 23 November lalu.

“Jika kreatif dan mampu membuat produknya viral, akan menarik minat konsumen untuk membeli. Konsumen tentunya akan datang dengan sendirinya. Tetapi harus mampu menjaga kualitas usahanya. Karena, jika usahanya dinilai tidak baik dan diviralkan, justru akan membuat usahanya tidak diminati masyarakat,” ucapnya.

Serupa dengan Aman, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) setempat, Fitriawati juga punya pandangan sama. Ia mengatakan saat ini pemasaran digital merupakan salah satu cara pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan.

“UMKM saat ini dituntut melek teknologi digital. Seperti pemasaran produk melalui marketplace juga harus dilakukan. Rencananya, awal Desember ini kami akan melatih UMKM untuk bimtek teknologi informasi terkait pemasaran online,” katanya. (saw/saw)