Wisata Cagar Budaya Masih Sepi Peminat

636
LENGANG: Candi Jawi di Desa Candiwates, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Foto: Miftahul Ulum.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Wisata Cagar Budaya di Kabupaten Pasuruan masih sepi peminat. Setidaknya dua candi yang sering dikunjungi wisatawan, yakni Candi Jawi, Candi Gunung Gangsir, terlihat masih sepi.

Candi Jawi sendiri merupakan Candi yang terletak di Desa Candi Wates, Kecamatan Pandaan. Candi peninggalan zaman Singosari ini menjadi salah satu jujugan wisatawan setelah berlibur di Tretes dan sekitarnya.

“Biasanya dari atas (Tretes), mampir kesini Mas, tapi di masa pandemi pengunjungnya relatif sepi,” kata Mutholib, petugas pos Candi Jawi.

Ia menjelaskan kunjungan di hari biasa di kisaran 5-10 wisatawan. Sedangkan untuk akhir pekan bisa mencapai 30 pengunjung. Itupun tergantung cuaca. Jika cuaca mendung, pelancong enggan berkunjung.

Selaras dengan di Candi Jawi, kondisi yang sama juga terlihat di Candi Gunung Gangsir. Selama bulan November, dalam buku pengunjung tercatat tidak mencapai 100 orang.

Edi Susanto, petugas jaga di Candi Gununggangsir, menyatakan Candi Gununggangsir lokasinya kurang strategis. Berbeda dengan Candi Jawi yang berada di sekitar kawasan wisata Prigen.

“Ya begini, itu bisa sampean lihat di buku pengunjung, padahal untuk masuk tidak dikenakan biaya,” ucapnya.

Dari pantauan WartaBromo di Candi Gunung Gangsir, Minggu (29/11/2020), sekitar pukul 11.00, tidak ada pengunjung sama sekali. Sementara itu, di Candi Jawi, terlihat beberapa pengunjung sedang asyik berfoto ria di bangunan candi.

Diana, salah satu pengunjung asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, jauh-jauh berkunjung ke Candi Jawi untuk mengantarkan anaknya untuk menunaikan tugas sekolah. Selain untuk keperluan sekolah anaknya, ia mengaku sekalian berlibur di akhir pekan.

“Mengantarkan anak saya yang kelas 4 SD, ada tugas dari sekolah tentang peninggalan kerajaan, sekalian berlibur juga,” ujarnya kepada WartaBromo.

Sementara itu, Sulikhin, Koordinator BPCB Jatim Wilayah Pasuruan, menerangkan pihaknya tidak menargetkan jumlah kunjungan wisatawan di masa pandemi. Bahkan pihaknya membatasi untuk tiap kawasan dalam sehari hanya 30 pengunjung.

“Kami batasi per hari 30 pengunjung, bahkan di Candi Jawi dan Gununggangsir jumlah pengunjung hariannya tidak mencapai 30,” ungkapnya saat dihubungi WartaBromo.

Diketahui, seluruh objek cagar budaya yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur (BPCB Jatim), termasuk Candi Jawi dan Candi Gungunggangsir tidak dikenakan biaya untuk tiket masuk. Kendati demikian jumlah wisatawannya masih minim.

Bagi pengunjung yang hendak masuk ke kawasan cagar budaya diharuskan memakai masker dan menjaga jarak, serta cuci tangan terlebih dahulu. (oel/asd)