Erupsi Gunung Semeru, Sejumlah Desa di Pronojiwo Mengalami Hujan Abu

1815

Pronojiwo (wartabromo.com) – Gunung Semeru kembali memuntahkan awan panas, Selasa (01/12/2020) malam. Sejumlah desa di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mengalami hujan abu.

Seperti informasi yang didapat oleh wartabromo.com, beberapa desa di kaki Gunung Semeru mengalami hujan abu yang cukup parah. Seperti di Desa Supiturang dan Oro-oro Ombo. Abu menutupi sejumlah rumah warga.

Truk hingga alat berat yang biasanya digunakan untuk tambang pasir juga tertutupi oleh abu dari erupsi Gunung Semeru.

M. Hadi, warga Desa Kali Bening, Kecamatan Prononiwo mengatakan, ditempatnya juga mengalami hujan abu. Meski tidak separah di Desa Supiturang dan Oro-oro Ombo.

“Yang lebih parah di Desa Supiturang dan Kamar A (Desa Oro-oro Ombo,red), ada abu tebal dan dikabarkan sejumlah warga juga ada yang mengungsi,” tutur Hadi, saat dikonfirmasi wartabromo.com.

Sementara itu saat ini di Kecamatan Pronojiwo terpantau mendung dan masih ada sedikit guguran abu.

Data dari Magma Indonesia menyebutkan, selama pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, terjadi satu kali gempa awan panas letusan, kemudian satu kali gempa awan panas guguran, dan 8 kali gempa guguran.

Untuk menghindari adanya bahaya dari guguran awan panas, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada radius 1 km dari kawah. Selain itu, warga juga diimbau tak melakukan aktivitas di wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif. Sebab wilayah tersebut merupakan bukaan kawah aktif Gunung Semeru. Tempat luncuran awan panas dan gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko.

Sampai saat ini BPBD masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Semeru. Termasuk jika luncuran lava pijar semakin panjang hingga menyebabkan kebakaran hutan, seperti tahun sebelumnya. (don/may)