Lampaui Target, PBB-P2 Kabupaten Pasuruan Tembus Rp69 Miliar

930

Pasuruan (WartaBromo.com) – Realisasi penarikan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pasuruan tahun ini mencapai target. Capaian penarikan bahkan diklaim berlebih.

Kabid Pengendalian, Penagihan dan Pengembangan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman mengatakan, untuk target PBB tahun ini awalnya Rp52,7 miliar. Jumlah ini terbilang jauh dari target dan realisasi pada tahun 2019 lalu yang nilainya mencapai Rp70 miliar.

Tetapi perkembangan di lapangan, target PBB P2 sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) tersebut akhirnya dinaikkan dalam Perubahan APBD, yakni dari Rp52,7 miliar menjadi Rp67,63 miliar.

“Awalnya ditarget hanya Rp52,7 miliar. Setelah PAK, baru dinaikkan menjadi Rp67,63 miliar,” kata Fathurrahman, kemarin.

Baca Juga :   Masker untuk Warga Kabupaten Pasuruan sudah Mulai Dibagikan

Meski dinaikkan, realisasi penerimaan pajak daerah dari sektor PBB P2 hingga minggu ketiga di bulan November justru sudah menembus di angka Rp69 miliar, yang artinya sudah melebihi target. Kata Fathur, penagihan pembayaran PBB P2 akan terus dilakukan, mengingat jumlah wajib pajak yang belum melunasi PBB P2 masih sekitar 15% dari 780.000 SPPT yang telah diedarkan.

“Alhamdulillah, target sudah tercapai, bahkan surplus. Kita terus melakukan penagihan dengan petugas pemungut yang kita kerahkan setiap hari kerja,” imbuhnya.

Sementara itu, BKD Kabupaten Pasuruan melaporkan, dari jumlah tersebut, 3 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan dinyatakan sebagai wilayah dengan realisasi pembayaran PBB P2 100 persen. Kecamatan dimaksud adalah Winongan, Tosari, dan Kecamatan Lekok.

Baca Juga :   Pengelola Cimory Dipanggil Dewan, hingga 240 Kades di Pasuruan Dilantik | Koran Online 31 Des

Sedangkan jumlah desa yang sudah lunas sebanyak 69 desa.
Dengan semakin banyaknya kecamatan maupun desa lunas PBB P2, Fathur ungkapkan apresiasi kepada para camat, kepala desa, hingga seluruh petugas pemungut PBB P2.

Di sisi lain, untuk memudahkan wajib pajak, dalam waktu dekat ini, pihaknya merencanakan terdapat instansi perbankan lain lagi yang diajak kerja sama dalam hal tempat pembayaran.
“Kita kerja sama dengan BNI dan Bank Mandiri, sehingga masyarakat punya banyak pilihan tempat membayar,” katanya.

Fathur pun mengimbau kepada para wajib pajak yang belum melunasi PBB P2 untuk segera membayarnya.
“Karena pajak daerah itu ya kembali ke daerah untuk masyarakat,” tutupnya. (mil/ono)