Penyandang Disabilitas Probolinggo Tagih Janji Perda Difabel ke Dewan

834

Probolinggo (wartabromo.com) – Sejumlah penyandang disabilitas mendatangi kantor DPRD Kota Probolinggo pada Kamis, 3 Desember 2020. Mereka menagih janji Perda tentang Difabel pada wakil rakyat.

Sebelum ke kantor dewan, mereka dari Forum Masyarakat Peduli Inklusi (Formasi) Kota Probolinggo untuk menggelar aksi damai. Mereka kemudian membagikan bunga pada pengandara jalan di depan Kantor DPRD Kota Probolinggo. Dengan harapan, masyarakat mau menerima kaum difabel sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

Dari Jalan Suroyo, mereka bergerak menuju kantor dewan. Tujuannya supaya bisa berdialog dan menagih janji Peraturan Daerah (Perda) tentang Difabel. Dimana para legislator menjanjikannya pada Februari 2020 lalu.

Namun, sampai saat ini belum ada kabar serta belum ada pembahasan. Aksi simpatik inipun, merupakan upaya jemput bola. Sayangnya, tidak ada satupun anggota dewan yang menemui mereka.

Upaya komunitas difabel menagih janji dewan inipun berakhir hampa. Lantaran anggota maupun pimpinan dewan, tidak ada di tempat. Pihak Sekretariat DPRD Kota Probolinggo pun, menyarankan agar dijadwal ulang, rencana pertemuan itu.

Kami berupaya memperjuangkan perda itu, untuk warga difabel di Kota Probolinggo. Agar ada payung hukum yang mencakup segala hal tentang difabel. Mulai dari kesejahteraan, Pendidikan sampai lapangan pekerjaan,” sebut salah satu perwakilan Formasi, Muhammad Saikhu.

Ia mengatakan perhatian pemerintah pada kaum difabel di Kota Probolinggo memang baik. Namun terkadang, sebatas bantuan dan pelatihan saja.

“Follow up – nya yang kurang. Kadang setelah pelatihan dan diberi bantuan alat, sudah sampai disitu saja,” terangnya.

Saikhu menyebut, di Jawa Timur baru Kabupaten Jember dan Situbondo saja yang memiliki Perda disabilitas. Karena itulah, Saikhu dan kawan-kawannya menggelar aksi simpatik bagi-bagi bunga sekaligus menagih janji wakil rakyat di DPRD Kota Probolinggo. “Sekaligus memperingati Hari Disabilitas Internasional,” tandasnya. (lai/saw)