Harga Daging Ayam Kampung di Kota Probolinggo Tembus Rp70 Ribu Per Kilogram

2305

Probolinggo (wartabromo.com) – Harga sejumlah komoditi di Kota Probolinggo, menjelang nataru (natal dan tahun baru) mulai mengalami kenaikan. Salah satunya daging ayam kampung yang naik dalam sepekan ini.

Di Pasar Baru misalnya, harga daging ayam kampung dijual Rp70 ribu per kilogram pada Minggu, 20 Desember 2020. Biasanya harga ada di kisaran Rp65 ribu per kilogram, sehingga naik Rp5 ribu rupiah dibandingkan sepekan yang lalu.

Sedangkan daging ayam ras, saat ini dijual Rp37 ribu per kg. Padahal, sebelumnya sekitar Rp35 ribu per kg. “Sejak beberapa hari terakhir, harga daging ayam kampung naiknya agak tinggi jika dibanding harga lainnya,” sebut Fikri, salah satu pedagang.

Baca Juga :   Topik Pilihan: Kecelakaan Karambol di Purwodadi, Kronologi hingga Pengakuan Sopir Trailer

Pedagang mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga daging ayam itu. Meski nataru adalah momen tahunan, biasanya tak terlalu berpengaruh pada kenaikan harga. Berbeda dengan momen ramadan dan idul fitri.

“Penyebab kenaikan harga ayam ini belum diketahui, tapi hampir setiap akhir tahun begitu. Naiknya harga daging ayam ini mengakibatkan pembeli turun hingga 50 persen,” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati mengungkapkan, jika kenaikan itu masih dalam tahap wajar.

Sampai sejauh ini, pihaknya terus memantau harga daging maupun sembako di sejumlah pasar yang menjadi rujukan warga. Ia ingin memastikan kelancaran suplai kebutuhan pokok, agar harga tetap stabil hingga nataru.

Baca Juga :   Koran Online 13 Sept : 7 Desa dengan Anggaran Pilkades Terbesar, hingga Urus E-KTP di Kota Pasuruan Harus Tunggu Sebulan

“Dari pantauan tersebut, kita akan mengetahui kondisi harga sembako. Misalnya jika ada lonjakan harga beras, kita akan mengambil langkah untuk kerjasama dengan bulog. Yakni dengan menggelar operasi pasar, agar harga beras stabil kembali,” sebutnya.  (lai/saw)