Dear Parents, Yuk Ketahui Kiat Jaga Hubungan Baik dengan Anak Selama Pandemi!

991
Ilustrasi Keluarga. Foto: Pinterest.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kesibukan yang tidak terkontrol sering membuat waktu orang tua bersama anak terabaikan meski pandemi. Akibatnya hubungan antara orang tua dan anak menjadi kurang harmonis.

Menjadi orang tua memang bukan hal mudah, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang. Sekalipun sebagian besar pekerjaan masih dilakukan dengan sistem virtual, namun esensinya sama saja. Bahkan, tidak jarang waktu bersama anak terabaikan dan tergeser dengan sibuknya berada di depan layar laptop/PC dan juga smartphone.

Padahal, selama pandemi sebagai orang tua harus lebih memperhatikan kondisi psikis dan mental anak. Untuk bisa melakukannya, para orang tua harus mengetahui kiat jaga hubungan baik dengan anak selama pandemi.

Tapi, bagaimana caranya? Yuk, Simak!

Pertama, calm and proactive. Selama pandemi jangan terlalu membatasi anak untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Namun, tetap beri penjagaan maksimal seperti memperhatikan kebersihan diri anak, penerapan protokol kesehatan dan lain sebagainya.

Kedua, bangun komunikasi santai. Selama pandemi anak pasti merasa bosan dan jengah karena tidak bisa bebas bergerak seperti biasanya. Untuk mengatasi hal ini, sebagai orang tua baiknya senantiasa membangun komunikasi santai namun juga mendidik agar anak tidak tertekan.

Ketiga, stick to routine. Sekalipun menjadi orang tua yang sibuk bekerja, jangan lupa bahwa selama pandemi anak-anak juga memiliki setumpuk kegiatan. Oleh karena itu, bantu mereka dengan mengatur jadwal agar apa yang dilakukan tidak terlalu membebani.

Keempat, lakukan pengawasan yang sehat. Artinya, para orang tua harus aktif memperhatikan kondisi anak. Pasalnya, tidak semua anak bisa mengutarakan perasaan secara verbal. Untuk melakukan kiat ini, para orang tua bisa mengajak anak bermain bersama maupun duduk santai sambil bercengkrama kecil.

Sebagaimana dinukil dari liputan6.com, seorang psikolog klinis dewasa, Fadhilah Eryananda mengatakan anak-anak sebagai observer yang baik bisa menangkap kalau orangtuanya sebetulnya pura-pura bahagia hanya untuk menenangkan tapi sebetulnya ia cemas.

“Penting juga untuk orangtua peduli pada diri sendiri dengan mengolah emosi, perasaan, dan beban,” tutupnya. (trj/may)