Selama Libur Nataru, Tempat Wisata di Kabupaten Probolinggo Hanya Boleh Terima 30 Persen Pengunjung

1086
Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari saat memberikan keterangan terkait pembahasan jumlah kunjungan tempat wisata selama libur natal dan tahun baru.

 

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemkab Probolinggo membatasi jumlah pengunjung di tempat wisata selama libur natal dan tahun baru (Nataru). Pengelola wisata dijatah 30 persen dari kapasitas jumlah pengunjung.

Kebijakan itu mulai berlaku mulai hari ini, Kamis, 24 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Secara angka, pembatasan terbilang turun sebesar 10 persen dari aturan yang sudah diterapkan selama pandemi corona ini.

“Akan ditinjau kembali sesuai perkembangan penanganan Covid-19,” kata Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari.
Aturan tersebut sudah dituangkan dalam surat edaran (SE) bupati tentang pelaksanaan libur Nataru 2020-2021, dengan nomor 360/0702/425.205/2020 tertanggal 23 Desember 2020.

Ada sejumlah hal yang patut dicermati dalam SE itu. Salah satunya tentang kebijakan jumlah pengunjung di tempat wisata. Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 makin parah di Kabupaten Probolinggo.

“Kebijakan itu juga sudah disepakati Forkopimda Kabupaten Probolinggo,” sebut bupati yang juga penyintas Covid-19 tersebut.

Bupati Tantri juga meminta pengelola tempat wisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes). Mulai dari menggunakan masker dan mencegah terjadinya kerumunan. Hal yang tak boleh ditinggalkan adalah menyediakan tempat cuci tangan.

“Kami tekankan soal penerapan protokol kesehatannya. Jadi petugas dan pengunjung wajib terapkan protokol kesehatan. Pengunjung tidak harus membawa surat keterangan hasil rapid test atau swab antigen,” tegas Tantri.

Selain pembatasan jumlah pengunjung, pengelola wisata juga dilarang mengadakan acara hiburan tambahan, selain yang memang sudah tersedia. Sebab, hal itu dinilai akan memancing kerumunan massa.

Larangan serupa juga berlaku bagi masyarakat. Baik itu adakan acara secara pribadi atau kelompok. “Kami sudah tegaskan untuk dilarang adakan acara hiburan atau pesta lainnya,” tandas istri Hasan Aminuddin itu. (saw/ono)