Yuk Kepoin Hiu Paus di Pantai Bohay

1294

Paiton (wartabromo.com) – Musim migrasi Hiu Paus (Whale Shark) telah tiba. Mamalia itu muncul di perairan termasuk wilayah Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sepekan terakhir, hewan pemburu plankton itu muncul di perairan Selat Madura. Hal itu kontan membuat pengunjung Pantai Bohay penasaran. Tak sedikit wisawatan berlayar hingga ke tengah laut untuk melihat dari dekat mamalia raksasa tersebut.

“Ini pengalaman baru dan pertama kali saya melihatnya secara langsung. Semoga bisa melihat lagi kedepannya dengan jumlah yang lebih banyak, biar makin puas dan seru,” tutur Yunita Lestari, salah satu pengunjung pada Jumat, 25 Desember 2020.

Hiu paus atau juga dikenal sebagai hiu tutul, setiap tahunnya migrasi ke perairan Indonesia. Kawanan mamalia itu, migrasi dari perairan Australia yang mulai memasuki musim dingin. Mencari perairan yang iklimnya lebih hangat.

“Setahun sekali (munculnya), dan sekarang yang terlihat sekitar lima ekor bisa jadi itu lebih banyak. Seperti biasanya, kemunculannya tidak membahayakan para pengunjung yang ingin melihat dari jarak dekat. Karena kedatangan mereka ke sini hanya mencari makanan saja,” terang Ketua Pokwasmas Kranji, Anton Sumarsono.

Sony, begitu ia dipanggil, menyebutkan kemunculan satwa itu ke permukaan tidak menentu. Terkadang hewan dengan nama latin ‘Rhincodon typus’ itu, muncul pada pagi dan siang hari. Namun, kadangkala nampak berenang santai saat sore hari sembari menghirup udara.

“Mereka muncul untuk memburu plankton, kemungkinannya jumlah plankton di sini lebih banyak. Baik anakan atau induk kalau hiu tutul seperti ini tidak terlalu aktif (bergerak),” kata pria yang juga Ketua Binor Green Community (BGC) itu.

Hiu paus atau hiu tutul, muncul di perairan Probolinggo antara bulan Desember hingga Maret. Dapat ditemukan sepanjang hari di pantai Probolinggo yang membentang sejauh 60 kilometer.

Selain di Pantai Bohay, kawanan pemburu organisme laut itu juga dapat dijumpai di Pantai Duta, Pantai Bentar, Pelabuhan Mayangan, hingga Pantai Bahak. (cho/saw)