Jangan Sampai Gulung Tikar, Pertahankan Bisnis di Tengah Pandemi dengan Cara ini

1965
UMKM. Foto: Istimewa

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejak pandemi, tidak sedikit pelaku bisnis gulung tikar. Sehingga, tidak heran jika para pebisnis mencari cara mempertahankan bisnisnya.

Dinukil dari tempo.co, tercatat sebanyak 47% usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mengalami gulung tikar sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Apalagi bagi produk pengusaha kecil yang baru dipasarkan.

Hal ini jelas saja membuat usahawan berupaya memutar otak demi mempertahankan bisnisnya. Namun, sejauh ini masih banyak pelaku usaha yang bingung menerapkan cara mempertahankan keseimbangan ekonomi bisnisnya.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk mempertahankan bisnis selama pandemi? Ini dia:

1. Buat Produk yang Relevan

Cara pertama untuk mempertahankan bisnis selama pandemi adalah dengan menggeser fokus, lalu beralih membuat produk yang relevan. Seperti pemilik bisnis fashion bisa memutar otak memproduksi masker.

Dengan demikian potensi penjualan jauh lebih besar dibandingkan tetap mengandalkan bisnis fashion. Pasalnya, selama pandemi, masker jauh lebih dibutuhkan dibanding pakaian.

2. Lakukan Promosi

Melakukan promosi merupakan cara berikutnya yang bisa diterapkan oleh pelaku bisnis. Kiat ini dilakukan untuk menarik minat pembeli. Misalnya, promosi free ongkir untuk area tertentu atau memberikan gift card kepada pembeli di hari khusus.

3. Manfaatkan Teknologi

Demi mencegah penyebaran virus, maka pebisnis harus bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Contohnya, melakukan promosi di berbagai media sosial. Jangan lupa untuk menyertakan gambar dan deskripsi produk semenarik mungkin.

Selain ketiga cara di atas, para pebisnis juga harus memaksimalkan layanan online, seperti misalnya delivery order atau pembayaran non tunai. Selain itu, bisa juga memunculkan sentimen positif dengan cara turut berdonasi di tengah situasi sulit pandemi. (trj/ono)