Ada Rapid, Banyak Wisatawan Batalkan Kunjungan ke Bromo

990

Sukapura (wartabromo.com) – Libur perayaan tahun baru di Bromo tak menggembirakan bagi pelaku wisata. Banyak wisatawan membatalkan kunjungan karena adanya kebijakan tes rapid antigen di kawasan itu.

“Banyak tamu yang membatalkan kunjungan karena ada persyaratan rapid tes antigen. Paling yang datang tamu dari Jakarta, yang sudah punya hasil negatif rapid tes antigen,” sebut Umam Masduqi, pemilik jip pada Senin, 4 Januari 2021.

Contohnya pada 24 Desember 2020, ia memesan tiket untuk Site Penanjakan. Kemudian ada rapat koordinasi yang dilaksanakan Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) dengan beberapa instansi dan pelaku wisata. Hasilnya memberlakukan syarat semua pengunjung Bromo wajib menyertakan hasil non reaktif rapid antigen. Itu berlaku dari 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.

Baca Juga :   Mau Dapat Duit dari Wartabromo? Yuk, Ikuti Kuisnya!

“Akhirnya dengan syarat itu, saya bingung, Mas. Kan sudah terlanjur booking tiket, tapi tamu ndak mau kalau masih harus rapid tes antigen. Ya batal,” ujarnya.

Kebijakan itu, memberatkan wisatawan yang mau ke Gunung Bromo. Sebab, jika harus melalui prosedur itu, biaya perjalanan mereka pun akan membengkak. Minimal harus mengeluarkan Rp250 untuk biaya rapid tes antigen di fasilitas kesehatan.

“Ya alasan mereka seperti itu. Biaya rapid saja 250 ribu. Ya tinggal dikalikan saja kalau 1 keluarga ada 4 orang. Makanya banyak yang menunda,” timpal Irwan, rekan seprofesi Umam.

Ia mengaku sangat memahami kebijakan yang diambil BB TNBTS itu. Karena memang tujuan utamanya adalah pencegahan penyebaran Covid-19 di kawasan wisata Gunung Bromo.

Baca Juga :   Korban Dapur Meledak Ternyata Tengah Hamil Muda

“Jadi nggak bisa apa apa. Yang penting bersyukur masih sehat, karena kondisinya memang masih pandemi,” tandasnya.

Sementara, Plt Kepala BB TNBTS, Agus Budi Santosa mengatakan penerapan kebijakan itu dilakukan sebagai upaya agar penyebaran covid 19 tidak terjadi di kawasan Gunung Bromo. Memastikan wisatawan yang datang ke Bromo selama periode tersebut dalam keadaan sehat dan bebas Covid-19.

“Sehingga keamanan dan kenyamanan itu yang menjadi prioritas kami, ya harapan kami teman teman pelaku jasa wisata bisa memaklumi langkah yang kami lakukan,” terangnya.

Agus menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil demi kebaikan bersama. Terlebih kasus Covid-19 di Jawa Timur saat ini masih cukup tinggi.

Baca Juga :   Rumah Warga Desa Bayeman Probolinggo Kembali Terendam Banjir

“Pengelolaan TNBTS ini sangat penting. Karena cukup banyak pihak yang bergantung pada pariwisata ini,” tandasnya. (saw/saw)