Di Gempol, Banjir dan Longsor Landa Dua Desa

3955
Akses ke Desa Jeruk Purut-Wonosunyo yang berubah menjadi sungai dadakan, Selasa (5/1/2021). Foto: Istimewa.

 

Gempol (WartaBromo.com) – Banjir menghantam 2 wilayah dataran tinggi di Kecamatan Gempol, Selasa (5/1/2021) siang. Banjir bandang mengalir deras di Dusun Gedang, Desa Jeruk Purut, dan Dusun Belahan, Desa Wonosunyo.

Baca: Dilanda Banjir 2 Meter, Warga Sekarputih Mengungsi

Lamaji, 45, warga Dusun Gedang mengungkapkan banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Jeruk Purut dan sekitarnya. Akibatnya, dari wilayah atas, air turun deras memenuhi jalan desa setinggi lutut orang dewasa.

“Dari atas sana, hujannya mulai pukul 13.30. Banjirnya paling tinggi antara 14.30-15.30 selutut,” kata Lamari kepada WartaBromo.

Kata Lamaji, banjir yang melanda di Dusun Gedang terbilang paling besar. Sebelumnya tidak pernah terjadi banjir separah ini.

Akibatnya, tepian jalan rusak parah tergerus air meninggalkan lubang-lubang. Tersisa bebatuan sebesar 10 cm – 20 cm yang tergeletak di beberapa titik jalan akibat terbawa banjir.

“Cuma rusak ini jalan-jalannya. Batu-batu terbawa air. Tepi jalan berlubang,” imbuhnya.

Dari pantauan WartaBromo, sekitar pukul 16.30, banjir sudah surut meninggalkan bekas lubang-lubang di tepi jalan tergerus banjir. Pemukiman warga yang cukup tinggi dari jalan tidak ikut tersapu banjir.

Sementara itu, di sebelah Desa Jeruk Purut, lereng tebing menuju Candi Belahan Longsor. Tepatnya di Dusun Belahan, Desa Wonosunyo. Sedikitnya 2 titik tebing mengalami longsor.

“Lerengnya longsor tapi tidak parah sampai menutup jalan. Tepian jalan juga rusak. Dan ada 1 tiang listrik yang roboh akibat pondasinya tergerus air,” kata Khoirul Anam, anggota BPD Desa Wonosunyo. (oel/asd)