Harga Kedelai Naik, Ini Siasat Perajin dan Penjual Tempe Tahu di Pasuruan

790

Pasuruan (wartabromo.com) – Harga kedelai di Pasuruan naik beberapa bulan ini. Perajin hingga penjual melakukan berbagai cara agar tetap bisa memproduksi tempe dan tahu dengan harga terjangkau.

Seperti yang dikatakan oleh Fadilah, salah satu perajin tempe asal Desa Pacarkeling, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Ia menyebut harga kedelai di pasaran saat ini Rp 9.500, naik Rp 3.000.

Kondisi tersebut sudah berlangsung dalam dua bulan terakhir. Karenanya, Fadilah berupaya agar tetap bisa memproduksi tahu atau tempe.

“Saya terpaksa kurangi produksi dan ukuran. Nggak naikkan harga, nggak berani. Masyarakat kan juga sedang sulit (ekonominya red),” kata Fadilah saat dikonfirmasi, Selasa (5/1/2021).

Dari siasat yang dilakukannya, konsekuensi yang didapat yakni keuntungan merosot hingga 50 persen.”Normalnya sehari bisa dapat Rp 400.000, sekarang Rp 250.000,” tuturnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Eka, Penjual tempe tahu di Kota Pasuruan. Ia lebih memilih untuk memperkecil ukuran tempe dan tahu yang ia jual ke masyarakat.

“Ukurannya diperkecil, namun harganya sama satu buah tahu yang dipotong menjadi dua tetap Rp 1000. Begitupun dengan tempe kemasan plastik 100 gram juga Rp1000 namun isinya lebih tipis,” kata Eka, pedagang pracangan di jalan Raden Patah kota Pasuruan.

Sementara itu, Ridho Wijaya, Plt Kepala Pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan menjelaskan, walaupun harga kedelai sedang naik, stok tahu dan tempe di sejumlah pasar di Kota Pasuruan masih aman dan tidak langka.

“Stok masih aman. Namun yah gitu, ukurannya agak diperkecil,” tandas Ridho saat dikonfrimasi wartabromo.com (don/may)