Kemenag Probolinggo Bakal Cabut Izin Madrasah, Jika…

6792
Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (wartabromo.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bakal mencabut izin operasional madrasah atau lembaga lembaga pendidikan di bawah naungannya. Ultimatum dikeluarkan, jika lembaga pendidikan nekat menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

“Ya saya pastikan itu. Laporkan langsung ke saya, jika ada lembaga yang nekat menggelar pelajaran tatap muka. Silakan dilaporkan, saya akan cabut izinnya,” tegas Ahmad Bahtiar Seruji, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo.

Tak hanya pencabutan izin operasional, pihaknya kata Bahtiar, juga bakal menangguhkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang diterima oleh lembaga pendidikan itu. Jumlah BOS itu, biasanya bervariasi dan tidak sama antar lembaga. Tergantung komponen di lembaga pendidikan itu.

“Bukan sok tegas, tapi ini demi kepentingan bersama. Yakni mencegah penularan virus corona yang kian merajalela. Saya paham dengan keresahan orang tua terkait perkembangan anaknya. Namun pilih belajar daring (dalam jaringan) atau online adalah pilihan yang terbaik saat ini,” ucap Bahtiar.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah. Agar kekebalan komunal (herb community) tercapai dan mempersempit gerak Covid-19. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, sebelum kekebalan komunal tercapai.

“Makanya penyebaran virus ini ditekan, dan insyaallah segera normal kembali. Dengan menerapkan protokol kesehatan dan vaksin, insyaallah Indonesia bebas Covid-19,” kata alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton itu.

Jumlah warga Kabupaten Probolinggo yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2.429 orang per 13 Januari 2021. Dari jumlah itu, ada 2.065 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 244 orang masih menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun rumah isolasi. Sedangkan 120 orang meninggal dunia pasca terinfeksi virus corona. (saw/may)