Kasus Kematian Covid-19 di Kabupaten Pasuruan Belum Terkendali

831
Tangkap layar video KH. Mujib Imron saat menyampaikan imbauan melawan corona.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Kasus kematian pasien covid-19 di Kabupaten Pasuruan tidak tekendali. Dengan tingkat kematian penderita mencapai 6,7 persen.

Wakil Bupati Pasuruan KH. Abdul Mujib Imron didampingi Kepala Dinas Kesehatan setempat, Ani Latifah mengungkapkan bahwa kematian penderita covid-19 belum terkendali. Pasalnya hampir setiap hari ada yang meninggal terpapar covid-19.

“Masih belum terkendalikan, kemarin malam saja ada 5, positif semua, jadi belum terkendalikan,” ungkap Wabup di Posko Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Selasa (19/1/2021).

Kendati demikian, tingkat kematian ini juga diiringi angka kesembuhan penderita covid-19 yang cukup tinggi. Kata Gus Mujib, tingkat kesembuhan mencapai 85,3 persen.

“Mudah-mudahan Kabupaten Pasuruan bisa segera reda. Baik yang dirawat di rumah sakit, maupun yang isolasi segera sembuh. Untuk tingkat kesembuhan, cukup tinggi, kurang lebih 85,30 persen, dan posisinya saat ini ada di nomor urut 12 dari wilayah lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Ani Latifah, mengonfirmasi tingkat kematian penderita Covid-19 mencapai 6,7 persen. Namun, jika dibandingkan dengan tingkat kematian di Provinsi Jawa Timur, masih lebih rendah.

“Angka kematian akibat covid-19 di Kabupaten Pasuruan sebesar 6,7 persen. Dibandingkan, dengan Provinsi Jawa Timur sebesar 6,9 persen,” terangnya.

Sekadar diketahui, dari data Gugus Covid-19 Kabupaten Pasuruan sampai Senin (18/1/2021) pukul 14.00, jumlah keseluruhan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mencapai 2537.

Dengan jumlah penderita yang sembuh mencapai 2.166. Jumlah kematian secara keseluruhan 170 orang. Sedangkan kasus terkonfirmasi aktif mencapai 201 penderita, dengan rincian 144 penderita yang dirawat di rumah sakit dan 57 yang melakukan isolasi di Gedung Isolasi.

Sementara pasien suspek mencapai 66 orang, dengan rincian 64 orang dirawat di rumah sakit dan 2 orang isolasi mandiri. Dengan tingkat kesembuhan 664 orang dan 106 meninggal. (oel/asd)