RSUD dr. Saleh Probolinggo Miliki Alat Plasma Konvalesen Penyintas Covid19

540

Probolinggo (wartabromo.com) – Penderita covid-19 di Kota Probolinggo kini tak perlu bingung untuk mendapatkan plasma konvalesen. Sebab RSUD dr. Moch. Saleh memiliki alat apheresis dan mampu mengoperasikannya.

Mesin apheresis itu diletakkan di lantai II RSUD dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo. Meski didatangkan pada 29 Desember 2020, pihak rumah sakit baru mengoperasikan pada hari ini. Hal itu karena pihak rumah sakit harus mempersiapkan segala macam alat pendukung lainnya, seperti tempat tidur pendonor, kursi. Termasuk menyiapkan lemari khusus penyimpanan plasma konvalesen.

Sekadar informasi, usai diambil dari pendonor, plasma konvalesen harus disimpan pada suhu dingin sampai beku untuk menjaga kualitasnya.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi titik awal pengoperasian alat ini. Di Jawa Timur hanya ada tiga rumah sakit yang memiliki alat ini, salah satunya di Kota Probolinggo. Warga Probolinggo tidak perlu ke luar kota untuk donor plasma konvalesen,” kata Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin pada Senin, 25 Januari 2021.

Dengan adanya alat pengolahan dan pemisahan darah dengan plasma konvalesen, diyakini mampu mempercepat kesembuhan pasien covid-19. Tentu saja diharapkan bisa meminimalisir jumlah kasus kematian terkait covid-19 di Kota Probolinggo.

“Semoga bisa menjadi ikhtiar bersama dalam melawan pandemi covid19,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo pun mengajak serta seluruh penyintas covid-19 untuk mendonorkan plasmanya. Sehingga bisa berguna dan bermanfaat untuk pasien lain, yang tengah berjuang melawan covid-19.
“Mari berjuang bersama agar pandemi ini segera berakhir,” tandasnya.

Kepala Laboratorium RSUD dr. Moh. Saleh, dr. Bobby Mulyadi mengungkapkan, tak semua penyintas dapat menjadi pendonor plasma konvalesen. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, antara lain tidak ada gejala setelah masa karantina usai, selain juga antibody untuk melawan virus covid-19 masih ada dan terbentuk.

“Serta syarat donor pada umumnya. Seperti dilarang konsumsi obat selama tiga hari terakhir. Tidak memiliki penyakit menular dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Pada praktiknya, pengambilan plasma konvalesen, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai satu jam. Plasma konvalesen itu dapat digunakan sampai berkali-kali. Dua pekan sekali, penyintas covid-19 dapat mendonorkan darahnya.

“Yang terpenting saat ini adalah ketersediaan penyintas covid-19 untuk donor. Sejauh ini kami juga masih mendata, para penyintas itu. Jika memenuhi syarat, maka bisa menjadi pendonor plasma konvalesen,” tutur dr. Bobby Mulyadi.

Yasman, salah satu penyintas covid-19 merespon dengan baik adanya alat itu. “Saya baru mendonorkan plasma pertama kali. Tidak terasa apa-apa ya, paling cuma terasa disuntik itu saja,” ucap pria asal jalan Cokroaminoto, Kanigaran saat ditemui saat pengambilan plasma konvalesen. (lai/saw/ono)