Waduh! Batu Besar dari Bukit Bentar Jatuh di Jalur Pantura Probolinggo

1502

Gending (WartaBromo) – Sebuah batu besar jatuh dari Bukit Bentar, Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Beruntung batu itu tak menimpa pengendara di jalur Pantura Probolinggo-Surabaya.

“Iya betul, semalam ada batu besar yang jatuh dari ketinggian Bukit Bentar dan jatuh di jalur Pantura. Untungnya tidak menimpa pengguna jalan,” sebut Kasatlantas Polres Probolinggo, AKP. Purwanto Sigit Raharjo pada Selasa, 2 Februari 2021.

Batu besar itu jatuh pada Senin, 1 Februari sekitar pukul 20.20 WIB. Saat itu, Kecamatan Gending diguyur hujan sejak siang hari. Beruntung, saat jatuh tidak ada pengendara yang melintas. Namun, posisinya membahayakan pengguna jalan.

“Batu itu, sudah ada di tengah jalan ketika kami sedang berpatroli. Langsung berhenti dan mengatur lalu lintas, serta segera mengevakuasi batu besar didorong dengan mobil patroli patwal yang saya kendarai,” tutur Bripka Rio Prayogo, anggota Satlantas Polres Probolinggo yang bertugas malam itu.

Baca Juga :   Perempuan Ini Ditolak Terima Sembako, Padahal Ikut Antri Panjang hingga Honor Rp5 Miliar Satgas Covid-19 jadi Sorotan | Koran Online 15 Mei

Kata Bripka Rio, jika dibiarkan, dipastikan batu itu akan memakan korban. Karena posisinya berada di tikungan sisi selatan jalur Pantura. Pengguna jalan, baik roda dua atau roda empat ke atas, dipastikan akan menabraknya.

“Kondisi saat itu hujan deras dan mati lampu, ditambah minimnya peralatan. Dari pada ada korban jiwa, terpaksa kita dorong pakai mobil dinas yang biasa dipakai tugas. Sembari menunggu petugas dari BPBD,” ungkap Rio.

Tak berselang lama, petugas dari Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo tiba. Sisa-sia material tanah dan batu kecil dibersihkan. Karena menyebabkan jalan licin dan membahayakan pengendara roda 2.

“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk lebih hati-hati di saat hujan. Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman dan baru melanjutkan perjalanan setelah hujan reda,” ujar Kabid Kedaruratan BPDB setempat, Sugeng Suprisayoga. (cho/saw)