Aktivitas Tambang Ikut Picu Banjir Bandang di Pasuruan

5650
Perubahan fungsi lahan ikut memberi kontribusi banjir bandang Pasurusn. Salah satunya kegiatan penambangan. Tampak lokasi tambang sirtu di lereng Gunung Penanggungan, tepat di atas kawasan industri. Foto: asad asnawi.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Banjir bandang menerjang wilayah Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Curah hujan yang tinggi dan juga aktifitas penambangan diduga menjadi penyebabnya.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD setempat, Sudiono Fauzan, Rabu (4/2/2021) malam. Politisi PKB ini mengakui, hari itu, curah hujan memang cukup tinggi.

Namun, itu bukan satu-satunya penyebab banjir terjadi. Adanya perubahan tutupan lahan di daerah hulu untuk kegiatan penambangan ikut memberi kontribusi.

Karena itu, Dion pun menyebut aktivitas penambangan di atas Desa Kepulangan juga patut di evaluasi.

“Khusus banjir bandang yang di Kepulungan, mungkin salah satu sebabnya, disamping curah hujan tinggi, adalah aktifitas penambangan di atas Kepulungan dan Sumbersuko yang luar biasa,” ucapnya kepada WartaBromo., Rabu (3/2/2021).

Dion mengatakan bahwa dugaannya itu patut diperhitungkan. Para OPD terkait harus datang ke lokasi penambangan untuk membuktikan banjir bandang bisa saja disebabkan oleh aktifitas tersebut.

“Baru dugaan, kemungkinan untuk membuktikan, OPD terkait seperti Perijinan, PU PR, PUSDATR, BPBD, SATPOL PP, inspekorat dan lain-lain perlu segera sidak ke lokasi,” lanjutnya.

Dua warga terseret banjir bandang yang menerjang Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Berdasarkan keterangan yang dihimpun WartaBromo, kedua korban diketahui bernama Susi (65) dan Nanda (18). Hingga Rabu (3/2/2021), keduanya masih dalam proses pencarian.

Upaya pencaroan oleh anggota BPBD Kabupaten Pasuruan bersama warga dan panggota Polres Pasuruan akhirnya membuahkan hasil. Kamis (4/2/2021), kedua korban akhirnya berhasil ditemukan. (don/asd)