“Bebek Renang” Obati Kerinduan Belajar Tatap Muka

884

Kedopok (wartabromo.com) – Hari Senin di sekolah, identik dengan upacara bendera. Kegaduhan kecil soal pekerjaan rumah sesaat sebelum kelas dimulai juga menjadi hal cukup dirindukan. Tapi selama pandemi covid-19 berlangsung, aktivitas itu tidak bisa dilakukan.

Nah, warga RW III Kelurahan Jrebeng Wetan, Kota Probolinggo punya cara unik menyiasatinya. Dengan “Bebek Renang”, warga mengobati kerinduan anak pada suasana belajar di sekolah.

Bertempat di teras rumah ketua RW III, belasan anak usia TK hingga sekolah dasar berkumpul. Mereka merupakan anggota kelompok belajar “Bebek Renang”.

Bebek renang merupakan akronim dari Belajar Bersama Kakak, Rileks, dan Menyenangkan.

Ya, selama pandemi covid-19 berlangsung, aktivitas belajar tatap muka ditiadakan diganti dengan cara daring (dalam jaringan). Kebijakan itu merupakan langkah antisipasi penularan covid-19 melalui klaster sekolah.

Hanya saja, metode belajar daring dari rumah cukup merepotkan. Kondisi itu diperburuk dengan kegiatan kerja orang tua, yang tidak bisa dilakukan di rumah. Sehingga berkenaan dengan pendidikan, anak-anak sedikit terabaikan.

Warga RW III pun berusaha mencari jalan keluar dengan membentuk kelompok belajar terbatas untuk anak-anak di lingkungan RW tersebut.

Berdasarkan data, ada sekitar 12 anak usia sekolah dasar di RW III itu.

“Sangat menyenangkan belajar di sini. Apalagi kangen sama sekolah. Tapi di sini rasanya sama, seperti di sekolah, bisa main sama teman,” terang salah satu anak, Keyko Perfecta Anaira (10).

Kegiatan yang dilakukan adalah mengerjakan pekerjaan rumah maupun tugas yang diberikan secara daring dari sekolah masing-masing.

Usai mengerjakan tugas, anak-anak inipun diajak bermain dan belajar dengan riang. Seperti menyanyikan lagu, tebak-tebakan, sampai makan siang bersama.

Seluruh kegiatan tersebut, dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Mulai dari mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun; memakai alat pelindung diri seperti face shield dan masker; serta tetap menjaga jarak.

“Respon masyarakat sangat membantu. Karena banyak dari orang tua mereka yang bekerja. Atau diasuh oleh kerabatnya yang kurang paham dengan gawai,” terang Ibu RW III, Listyo Wati.

Operasional dalam kegiatan belajar di lingkungan terbatas ini merupakan swadaya masyarakat setempat. Mulai dari piranti belajar, sampai konsumsi berupa makanan kecil untuk anak-anak, semuanya murni dari warga RW III.

Metode pembelajaran tatap muka di lingkungan terbatas ini terbilang cukup mencuri perhatian khalayak.

“Banyak dari warga sekitar sini, perumahan sebelah, atau bahkan di kelurahan lain, yang ingin menitipkan anaknya belajar di sini, di Bebek Renang,” ungkap Listy.

Tapi mewakili warga di lingkungannya, Listy menegaskan keberatan bilamana terdapat warga lain yang turut dalam kelas terbatas.

“Ini hanya untuk kalangan terbatas saja, mengingat masih dalam masa pandemi covid19,” tandasnya.

Di sisi lain, warga berharap, pandemi covid-19 segera berakhir, sehingga aktivitas belajar mengajar di sekolah bisa segera pulih. Anak-anak maupun pelajar, sudah merindukan aktivitas belajar bersama di sekolah. (lai/saw/ono)