BMKG Ingatkan Pontensi Terjadi Banjir Bandang

1019
Tim BPBD dan relawan mengevakuasi warga Kepel yang rumahnya tergenang banjir, Rabu (6/1/2021). Foto: Amal Taufik.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Selama 3 hari, Pasuruan termasuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami banjir. Potensi banjir ini akibat cuaca ekstrem yang terdeteksi BMKG, akan terjadi selama tiga hari (24-26 Februari 2021).

Dikutip dari suarasurabaya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya Pusat Tekanan Rendah di wilayah perairan sebelah selatan Nusa Tenggara yang dapat berpotensi menjadi Bibit Siklon Tropis (BST).

Terbentuknya BST, terdeteksi berada di sebelah selatan Jawa Timur, sekitar 625 km dari lepas pantai. Keberadaannya, berdampak pada pembentukan konvergensi atau belokan angin yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Jawa hingga Nusa Tenggara.

Dampaknya, sebagian daerah berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem ini salah tunya berupa hujan dengan intensitas tinggi dengan potensi kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi demikian, membuat sebagian wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami banjir hingga banjir bandang.

Tidak hanya Pasuruan, selama 3 hari, 6 wilayah lain berstatus siaga. Diantaranya Malang, Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, dan Bondowoso.

Sementara itu, Sujabar Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan menjelaskan, selain cuaca ekstrem, kondisi tanah yang jenuh bisa menjadi salah satu faktor yang berpotensi menimbulkan banjir.

Sebab, di musim penghujan, hujan yang turun terus-menerus membuat kondisi tanah jenuh.

“Sehingga tanah tidak maksimal dalam menyerap air. Dampaknya, bisa berpotensi banjir,” jelas Sujabar, saat dihubungi WartaBromo.

Oleh sebab itu, tidak hanya untuk beberapa hari ke depan, diminta masyarakat tetap waspada dengan cuaca ekstrem selama musim penghujan. Potensi cuaca ekstrem dan dampaknya sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Kami dari BMKG, setiap hari melaporkan cuaca, baik yang di Juanda, atau dari pusat. Maka dari itu kami harap masyarakat agar waspada dan mengikuti perkembangan cuaca,”tutupnya.

Sedangkan prakiraan cuaca selama sepekan ke depan (24 Februari -1 Maret 2021), seperti dilansir dari suarasurabaya, diprakirakan hujan lebat dengan potensi disertai kilat/petir dan angin kencang masih bisa terjadi di Jawa Timur.

Tak hanya berpotensi hujan lebat disertai angin dan petir, potensi gelombang dengan ketinggian 4-6 meter (kategori sangat tinggi) juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTT. (oel/asd)