Longsor di Tutur, Warga dan 4 Sapi Tertimbun Material

1275
Warga mengevakuasi sapi yang tertimbun longsoran di Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/2/2021). Foto: tangkapan layar.

 

Tutur (WartaBromo.com) – Longsor melanda Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 16.00, setelah sebelumnya terjadi di Wonokitri, Kecamatan Tosari. Mulyono, warga setempat, beserta sapinya sempat tertimbun longsor.

Kepala Desa Andonosari Akhmad Pujianto menguraikan, dua insiden terjadi di desanya. Pertama, longsor yang berada di Dusun Krajan 1, Pedukuhan Besuki. Kedua, jembatan ambrol di Pedukuhan Sekar Kuning.

“Ada dua kejadian, yang pertama longsor menimpa kandang sapi milik pak Mulyono. Dan yang kedua jembatan ambrol,” jelas Pujianto kepada WartaBromo.

Beruntung, Mulyono, berikut sapi-sapinya berhasil diselamatkan saat longsor yang menimpa kandangnya. Pada saat itu, Mulyono berada di dalam kandang.

“Sehingga ikut terseret tanah longsor, dan sempat terjebak tanah. Semua berhasil diselamatkan oleh warga tadi, Mulyono hanya menderita lecet dan memar saja. 4 sapinya berhasil diselamatkan juga,” urainya.

Pujianto menyebut, ketinggian tanah longsor berjarak sekitar 50 meter dari kandang. Diakuinya, pada saat itu, kondisi hujan tengah deras dan lereng yang cukup curam.

“Hujan turun deras sejak pukul setengah tiga. Tidak tahu kenapa bisa longsor. Kalau jarak titik awal longsor dengan kandang, saya kira 50 meter,” imbuhnya.

Tak berakhir di situ, jembatan penghubung pedukuhan Sekar Kuning amblas tergerus air. Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan penghubung ke wilayah tersebut.

“Ada 30 KK yang terisolir akibat putusnya jembatan itu. Karena hujannya deras dan mungkin tidak mampu menampung volume air, sehingga jebol,” ungkap Pujianto.

Puluhan KK yang terisolir, kata Pujianto, terus berkomunikasi dengan pihaknya. Kepala dusun setempat diminta untuk menyampaikan kebutuhan warga, sehingga bisa dicukupi oleh pemerintah desa.

Untuk sementara pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat dan BPBD setempat untuk penanganan kedaruratan. Kemungkinan, esok tim BPBD segera menangani jembatan tersebut.

“Warga yang terisolir sementara terus berkomunikasi dengan kami. Untuk sementara agar menyampaikan kebutuhan mereka, agar bisa kami cukupi. Besok kemungkinan BPBD akan datang,” sambungnya.

Ia berharap ada penanganan segera dari pemkab agar warganya bisa beraktivitas seperti sedia kala. “Saya harap bisa segera diperbaiki, karena kalau mengandalkan desa saja kami kurang mampu,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris mengatakan, besok pihaknya segera meninjau lokasi longsor dan jebolnya jembatan di Desa Andonosari.

“Besok kami akan segera ke lokasi untuk mengecek dana menangani kondisi jembatan dan tanah longsor. Kalau malam kami tidak bisa melakukan apa-apa. Sekaligus untuk menangani longsor di Tosari juga,” bebernya. (oel/asd)