Kekasih Tak Kunjung Hasrat Menapaki Jenjang Pernikahan? Lakukan 5 Cara Ini!

1224
Ilustrasi sepasang kekasih oleh Pixabay.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Ketika menjalin hubungan dalam jangka waktu cukup lama, salah seorang dari pasangan pasti ingin mendapat kejelasan. Namun, bagaimana jika salah satu pasangan tak kunjung hasrat saat diajak ke jenjang pernikahan?

Dinukil dari detik.com, orang yang sulit diajak melangkah ke jenjang pernikahan kebanyakan masih trauma. Bisa juga karena orang tersebut takut untuk menjalin sebuah komitmen.

“Orang yang takut komitmen memiliki emosi yang tidak sehat dan melihat gambaran tertentu yang tidak menyenangkan dari sebuah hubungan komitmen. Sama seperti fobia lainnya, ketika memikirkan komitmen atau diajak komitmen menjadi panik dan menginginkan kebebasan,” jelas Yangki Christine Akiteng yang menyebut dirinya sebagai dokter cinta.

Apabila sudah demikian, apakah artinya seseorang yang mengalami traumatik tidak bisa diajak menikah? Tentu saja bisa asalkan menggunakan lima cara di bawah ini:

1. Jangan Memaksa

Sekalipun hubungan sudah terjalin cukup lama dan pasangan tak kunjung mengajak menikah, bersabarlah. Jangan sesekali memaksa atau mengancam agar ia segera bersedia. Mengapa?

Pasalnya, ia akan merasa risih dan pergi meninggalkan begitu saja. Hal semacam ini tentu tidak diinginkan setiap orang, bukan? Untuk itu, biarkan saja agar hasrat segera menikah muncul karena rasa cinta, bukan karena paksaan.

2. Bersikap Dewasa

Salah satu penyebab pasangan tak kunjung berhasrat mengajak ke jenjang pernikahan adalah karena melihat pasangannya masih labil. Khususnya bagi para pria yang tak ingin kelak istrinya bersikap kekanak-kanakan.

Untuk itu, khusus para wanita cobalah untuk mandiri, jangan insecure dan berusaha dewasa. Bicarakan hal ini baik-baik dengan pasangan dan belajar untuk lebih dewasa bersama pasangan.

3. Berikan Persepsi Positif Tentang Pernikahan

Bagi yang memiliki pasangan dengan masa lalu yang cukup buruk soal keluarga, maka perbanyak waktu untuk menjalin komunikasi. Jalin kedekatan dengan membicarakan hal-hal positif perihal pernikahan.

Berikan juga contoh gambaran positif tentang kehidupan setelah menikah. Upaya ini akan sangat membantu untuk membangkitkan pola pikir pasangan terhadap tujuan dan kejelasan masa depan bersama.

4. Jelaskan Manfaat yang Akan Didapatkan Setelah Menikah

Alih-alih membahas tentang tanggung jawab masing-masing setelah menikah, sebaiknya hentikan obrolan tersebut. Alangkah lebih baik jika menjelaskan seputar manfaat yang didapat setelah menikah.

Beritahu pasangan jika keduanya saling mencintai maka keluarga yang utuh akan sukses dibangun. Tunjukkan juga tentang bagaimana cara membawa hubungan ke arah hidup yang jauh lebih baik agar saling melengkapi.

5. Ajak Melakukan Konseling

Apabila keempat cara di atas tak kunjung mengubah pikiran pasangan, jangan sedih dulu. Coba ajak kekasih untuk konsultasi ke psikolog. Bisa jadi dengan upaya konseling pasangan bisa jauh lebih baik dan segera siap menikah. (trj/may)