Wabup Probolinggo: Kami Tak Mampu Tangani Banjir

1046

Dringu (WartaBromo) – Banjir tahunan di Kecamatan Dringu merendami rumah 7 ribu warga di 2 Desa. Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo menyebut pihaknya tak mampu mengatasi banjir ini.

“Kami tidak mampu menangani banjir ini, karena memang sungainya besar. Harus antar lembaga. Bukan urusan Pemda,” kata Wabup Probolinggo, HA. Timbul Prihanjoko ketika meninjau lokasi banjir di Desa Dringu pada Senin, 1 Maret 2021.

Wabup Timbul menyebut harus ada kajian menyeluruh yang melibatkan semua instansi, baik kabupaten, provinsi dan nasional. Termasuk kehutanan yang berwenang terhadap lahan di selatan Probolinggo. Karena wilayah Dringu mendapat imbas dari hujan yang terjadi di wilayah selatan, seperti Kecamatan Sumber, Bantaran dan sekitarnya. Sebab, banjir di wilayah Dringu merupakan banjir kiriman.

“Semuanya harus duduk bersama. Karena ada pengalihan fungsi lahan, baik oleh masyarakat maupun perhutani. Pengalihan fungsi lahan. Ini butuh analisa bersama,” kata politisi PDIP itu.

Terkait adanya beberapa warga yang telat mendapat ransum makanan, ia meminta warga untuk memakluminya. Sebab, kejadian banjir merupakan peristiwa tak terduga. “Kalau ada satu dua belum terlayani, kami harap maklum karena ini sifatnya mendadak. Ya harus dimakluminya. Yang pastinya kami ingin semuanya terlayani dengan baik,” ujar Timbul.

Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak panik ketika terjadi banjir. “Dan kami dari pemerintah daerah akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi ini,’ tandas Timbul Prihanjoko.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir di wilayah Kecamatan Dringu, melanda 2 desa, yakni Desa Kedung Dalem dan Dringu. Di Desa Kedung Dalem, ada 118 KK (Kepala Keluarga) dengan 472 jiwa terdampak.

Sedangkan di Dringu, ada 1.650 KK dengan 6.600 jiwa. Total 7.072 jiwa dari 1.768 KK. Ada sebanyak 16 orang yang dievakuasi pada Minggu malam, terdiri dari 8 dewasa, 4 anak dan 4 balita.

“Ya kita tak punya persiapan, memang pernah ada banjir seperti ini pada 2019 lalu, tapi tak seperti ini. Maksudnya, air datang dan menggenang hingga 6 jam lebih, itu terjadi selama 2 malam berturut-turut,” sebut Happy Lailatunsyah, warga Desa Dringu. (saw/saw)

Simak Videonya: