Khofifah: Dipimpin Gus Ipul, Kota Pasuruan Bisa Jadi Singapura-nya Jawa Timur

933
Dari kanan, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf; Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo di acara serah terima jabatan dari Plh. Anom Surahno kepada Wali Kota Pasuruan definitif. Foto: Dokumen Pemkot.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut Kota Pasuruan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Ia berharap, di bawah kepemimpinan baru, Kota Pasuruan bisa jadi Singapura-nya Jawa Timur.

Hal ini disampaikan Khofifah dalam rapat paripurna DPRD Kota Pasuruan dengan agenda sertijab dari Plh Wali Kota Pasuruan, Anom Surahno kepada Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, Senin (02/03/2021).

Menurut Khofifah, dalam Perpres nomor 80 tahun 2019 yang mengatur percepatan pembangunan ekonomi di sejumlah kawasan di Jawa Timur, kawasan Bromo – Tengger – Semeru (BTS) jadi super prioritas.

Kawasan BTS itu sendiri diampu oleh Lumajang, Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Kota Pasuruan, dikatakan Khofifah, berada di tengah-tengah dan akan menjadi perlintasan.

“Tapi kan sebetulnya bisa jadi hub-nya BTS. Jadi seperti Singapore,” ujar Khofifah.

Khofifah menggambarkan, Singapore merupakan negara yang kecil, bahkan secara luasan maupun jumlah penduduk masih lebih besar DKI Jakarta. Namun karena posisinya strategis serta didukung kinerja pemerintahan yang baik, Singapore menjadi negara maju.

Khofifah juga mengapresiasi paparan Gus Ipul tentang program 99 hari kerja dan titik nol Kota Pasuruan yang antara lain adalah peningkatan pelayanan kesehatan, smart city, pengintegrasian alun-alun, makam, dengan kawasan perdagangan dan jasa.

“Ketika dipimpin oleh Wali Kota Gus Ipul, kita bisa membayangkan ini akan menjadi Singapore-nya Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Terpisah, Gus Ipul mengatakan, hal tersebut merupakan tantangan baginya bagaimana mengubah agar Kota Pasuruan tak hanya menjadi beban Provinsi Jawa Timur, namun juga berkontribusi.

Menurut Gus Ipul, Kota Pasuruan perlu mengambil peluang untuk menjadi bagian dalam percepatan pembangunan kawasan ekonomi BTS yang diatur di Perpres 80 tahun 2019. Ia menyebut, Kota Pasuruan bisa menjadi tempat transit bagi wisatawan.

“Masalahnya seberapa jauh kita memfasilitasi kebutuhan para wisatawan tersebut. Insyaallah kami akan coba rancang, diskusikan, dan selaraskan dengan provinsi,” ujar Gus Ipul. (tof/asd)

Simak videonya: