Muscab PKB Dipastikan Adem Ayem

667

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – DPC PKB Kabupaten Pasuruan segera agendakan musyawarah cabang. Dipastikan, gelaran pergantian kepengurusan partai berlangsung adem ayem.

Ketua DPC PKB Kabupaten pasuruan, Irsyad Yusuf mengatakan, dalam momen Muscab kali ini, dipastikan akan berlangsung tanpa konflik. Pasalnya, kepengurusan baru akan ditentukan oleh keputusan DPP.

“Sesuai dengan hasil muktamar di Bali, seluruh keputusan ditentukan oleh DPP PKB. Jadi tidak ada konflik internal di DPC. Tenaga kita akan fokus pada optimalisasi kinerja partai,” jelas Irsyad, saat ditemui wartabromo di Kantor DPC PKB, Jumat (5/3/2021) sore.

Saat disinggung pencalonan dirinya sebagai kandidat Ketua DPC, Irsyad kembali menegaskan bahwa keputusan tersebut bergantung pada keputusan DPP. Dirinya sebagai ketua merupakan petugas partai yang menjalankan keputusan dari DPP.

“Untuk Muscab kali ini, di PKB, sudah ada mekanisme sendiri, sebelum muscab ada yang namanya evaluasi kinerja yang pada akhirnya itu menjadi dasar untuk DPP mengambil policy dan kebijakan terutama untuk memberikan tugas lagi,” jelasnya.

Keputusan tersebut berdasarkan capaian dari kinerja pengurus DPC yang bersangkutan. Selain, capaian dan prestasi pribadi kader yang juga diperhitungkan.

“Yang jelas apresiasi, prestasi, sebuah cabang dan pribadi kader, itu yang menjadi dasar dari keputusan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengurus DPC untuk 5 tahun ke depan,” imbuhnya.

Sebagai partai pemenang, Irsyad kembali mematok target menjadi pemenang di Pilkada dan Pileg mendatang. Untuk itu, dalam momen Muscab ini, partainya akan berfokus pada evaluasi kinerja, dari pada persaingan internal kader.

“Ini yang paling penting, kami akan meminimalisir konflik internal yang membuang-buang energi. Jadi nanti kalau perebutan terus di internal, ketika pemilu dan pilkada energinya habis,” tandasnya.

Diketahui, Muscab DPC PKB Kabupaten Pasuruan bakal digelar pada Minggu, 7 Maret 2021 di Gedung DPC setempat. Digelar secara serentak, bersamaan dengan DPC-DPC di Jawa Timur. (oel/asd)