Warga Lemah Kembar Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19

1326

 

Dringu (wartabromo.com) – Aksi jemput paksa jenazah probable covid19 kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo. Kali ini kerabat pasien meninggal dengan probable covid19 dijemput paksa warga Desa Lemahkembar, Sumberasih di RSU Wonolangan Dringu.

Aksi jemput paksa jenazah nenek berisial L itu sempat viral di media sosial. Dari rekaman amatir warga di depan rumah sakit, nampak kerabat pasien beramai-ramai menjemput jenazah Nenek L. Video berdurasi 1 menit 40 detik itu juga menunjukkan, saat keluarga pasien menggotong begitu saja jasad L di selasar rumah sakit.

Direktur RSU Wonolangan, Mariani Indahri mengungkapkan, pasien masuk pada Kamis (4/3/2021) sekitar pukul 18.00 WIB, dengan keluhan gangguan pernapasan. Berdasarkan hasil foto paru-paru, ada pneumoni. Pasien pun ditempatkan di ruang isolasi,sesuai standart prosedur kewaspadaan selama masa pandemi covid19.

“Pasien dinyatakan meninggal pada Jumat (5/4/2021) pukul 10.25 WIB. Kondisinya juga ada komorbid, yakni diabetes dan hipertensi,” kata Mariani, Jumat sore, di RSU Wonolangan.

Pihak rumah sakit pun, mengedukasi kerabat untuk pemakaman sesuai protokol kesehatan, karena hasil tes covid19 belum keluar. Namun karena masih dalam masa pandemi, pihak rumah sakit ditegaskan tetap waspada.

“Awalnya pihak keluarga sudah menerima tadi itu. Tapi entah bagaimana mulanya, sampai ada keributan dan ambil paksa itu. Apakah itu direncanakan atau tidak, saya tidak tahu,” imbuhnya.

Atas tindakan tersebut, pihak Polres Probolinggo segera bertindak. Utamanya dalam penegakan hukum perusakan fasilitas umum dan upaya melanggar ketentuan kewaspadaan selama pandemi covid19.

“Di Kabupaten Probolinggo sudah dua kali kejadian seperti ini. Semoga ini menjadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi,” kata Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan.

Kapolres juga mengimbau pada masyarakat yang sempat terlibat dalam pengambilan jenazah di RSU Wonolangan, untuk segera menyerahkan diri pada Polisi.

Upaya persuasif melalui kepala desa dan perangkat juga dilakukan. Agar warga yang melakukan aksi penjemputan paksa itu mempertanggungjawabkan perbuatannya. (lai/saw/ono)