Jembatan Penghubung Gempol-Pandaan Ambrol, Akses Jalan Terputus

14859

 

Gempol (Wartabromo.com) – Jembatan penghubung Desa Sumbersuko, Kecamatan Gempol dengan Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan ambrol, Minggu (14/3/2021), sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kepala Desa Sumbersuko, Samsul Ma’arif menjelaskan, kondisi jembatan memang sudah rusak usai diterjang banjir bandang 1 bulan silam. Ditambah lagi dengan adanya terjangan air sungai yang deras dan kondisi jembatan yang rapuh.

“Penyangga tengahnya sudah keropos, dan sebelah kanan kiri sudah keropos, ditambah debit sungai yang cukup deras, akhirnya jebol,” ungkap Ma’arif.

Maarif mengungkapkan, jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 4 meter ini sebelumnya sudah diajukan ke Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk diperbaiki. Namun, belum juga terealisasi, jembatan sudah ambrol.

Baca Juga :   Protes Jalan Rusak, Warga Kemantrenrejo Tutup Jalan Desa¬†

“Setelah diterjang banjir bandang kemarin, sudah kami ajukan ke BPBD agar diperbaiki, tapi belum diperbaiki, akhirnya karena kondisinya sudah rapuh, akhirnya ambrol,” urainya.

Sebelum ambrol, dikatakan Ma’arif, jembatan yang dibangun tahun 1996 ini, hanya diperbolehkan untuk pengguna jalan dan sepeda motor. Untuk kendaraan roda empat sudah tidak diperbolehkan untuk lewat.

Akibat ambrolnya jembatan tersebut, warga sekitar harus memutar sejauh 5 kilometer. Oleh sebab itu, Ma’arif berharap, Pemkab setempat segera memperbaiki jembatan tersebut. Karena jembatan tersebut merupakan akses utama penunjang ekonomi warga.

“Harapannya segera diperbaiki, agar mobilitas warga bisa kembali normal dan ekonomi pulih,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris, membenarkan bahwa jembatan tersebut kondisinya sudah rusak saat diterjang banjir bandang. Sekaligus, jembatan tersebut sudah masuk dalam tahap assesment untuk diperbaiki.

Baca Juga :   Polisi Sebar 10 Ton Beras di Kabupaten Pasuruan, Sasar Warga yang Luput Bantuan

“Memang kemarin kondisinya sudah rusak karena diterjang banjir bandang, Februari lalu. Sudah masuk assesment juga, tapi memang belum terealisasi untuk perbaikannya. Untuk penanganan darurat masih menunggu nanti setelah kami tindak lanjuti,” kata Harris. (oel/may)