Cinta Segitiga, Motif Kasus Pelemparan Batu Berujung Sabetan Golok di Lumajang

655

Lumajang (WartaBromo.com) – Motif pelemparan batu berujung sabetan golok di Desa Bodang, Kecamatan Padang, Lumajang terungkap. Kasus ini diduga buntut kecemburuan korban kepada pelaku, yang masih tetangganya itu.

Terungkapnya motif penganiayaan itu dijelaskan Paursubbag Humas Polres Lumajang, Ipda Andreas Shinta saat dikonfirmasi wartabromo.com. Menurutnya, korban yang bernama Saryono (50) tersebut diduga cemburu kepada Kholim (57), tetangganya sendiri.

“Diduga pelaku pernah dekat atau menyukai istri korban beberapa tahun silam. Sehingga korban masih menyimpan dendam karena cemburu” ujarnya, Senin (15/3/2021).

Disampaikan Ipda Andreas Shinta, diperkirakan Kholim sempat menjalin kedekatan dengan istri Saryono saat ditinggal merantau ke Malaysia 2 tahun yang lalu. Hubungan Kholim dan istri korban disebut-sebut berlangsung cukup lama.

“Sesudah pulang dari merantau pun dendam itu masih berkelanjutan hingga terjadilah aksi pelemparan batu yang dilakukan oleh korban kepada pelaku dan berujung pada pembacokan,” lanjutnya.

Akibat peristiwa tersebut, korban harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Korban menderita luka serius pada pergelangan tangan kirinya. Selain itu, juga ada beberapa luka senjata tajam di pelipis kiri dan kepala.

Diberitakan sebelumnya warga asal Desa Bodang, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang menghajar tetangganya dengan golok. Ia nekat menganiaya setelah tak terima dilempar batu oleh korban.

“Aku menganter cucu pulang, tiba-tiba saya dilempar batu sama Sariyono, habis dilempar saya jatuh, rupanya dia mau lempar lagi, terus di motor kan ada golok saya cabut goloknya, terus saya membabi buta (nyerang, red),” terang Kholim.

Pelaku kemudian menyerahkan diri ke polisi setelah menghajar korban dengan golok. Saat ini kasus telah ditangani Polres Lumajang. (rul/may)