Hari Tuberkulosis Sedunia, Ketahui Sejarah Penemuan TBC

1031

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kasus penderita Tuberkulosis (TBC) seolah tidak pernah surut dari kehidupan. Tak elak jika kemunculan penyakit ini membuat World Health Organization (WHO) memutuskan untuk memperingati hari TBC sedunia setiap tahun.

Berdasarkan data dari situs tbinonesia.or.id, tercatat 842.000 estimasi jumlah kasus per 1 Mei 2019 sampai sekarang, Rabu (24/03/2021). Meski begitu, perhatian masyarakat terhadap kasus TBC ini kurang maksimal.

TBC sendiri termasuk kategori penyakit yang membahayakan. Penyebabnya yakni bakteri yang menyerang paru-paru. Penderitanya akan mengalami batuk-batuk dan berat badan yang menurun drastis.

Meski penyakit ini sudah ditemukan obatnya, ternyata TBC masih saja memakan banyak korban jiwa. Khususnya pasien TBC yang berasal dari strata ekonomi menengah ke bawah. Mengapa demikian? Pasalnya, subsisi obat TBC dari pemerintah terbatas dan biaya pengobatan mandiri sangat mahal.

Baca Juga :   Ada 66 Kasus DBD Sepanjang Bulan Januari di Probolinggo

Belum lagi pasien TBC harus melalui perjalanan pengobatan panjang, yakni selama enam bulan tanpa boleh putus. Setelah itu, pasien harus menjalani masa pemulihan dalam kurun waktu 5 tahun (maksimal).

Lalu, sebenarnya bagaimana sih awal mula munculnya peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia?

Mulanya, pada tahun 1882 sebuah wabah penyakit menyerang masyarakat yang tinggal di Amerika dan Eropa. Pada kurun waktu tersebut, sebanyak satu dari setiap tujuh orang pasien meninggal.

Wabah ini kemudian menjadi permasalahan penting bagi dunia, hingga seorang dokter yang bernama Dr Robert Koch  menemukan bakteri penyebab mewabahnya penyakit tersebut.

Mycobacterium tuberculosis adalah nama dari bakteri penyebab TBC. Adanya penemuan ini kemudian menjadi langkah penting dalam upaya mengendalikan dan menghilangkan TBC.

Baca Juga :   7 Keajaiban ASI Untuk Buah Hati

Seabad kemudian, WHO meresmikan 24 Maret sebagai peringatan Hari TBC Sedunia guna mengenang jasa Koch. Tak hanya itu, peringatan Hari TBC Sedunia juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Khususnya mengenai dampak yang membahayakan, serta membentuk kesadaran dan pemahaman yang baik. (trj/may)