“Terpapar” Covid-19, Angka Kemiskinan Kabupaten Pasuruan Naik

604
Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat menyampaikan LKPJ tahun anggaran 2020 di DPRD setempat, Rabu (7/4/2021). Foto: Miftahul Ulum.

 

Bangil (WartaBromo.com) – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 2,03 persen. Pertumbuhan minus ini disebabkan adanya pandemi Covid-19.

“Pada level Jawa Tinur dan Nasional, pertumbuhan ekonomj tahun 2020 juga terkontraksi sebesar 2,39 persen dan minus 2,07 persen. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan tahun 2020 berada di atas angka Jawa Timur dan Nasional,” kata Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf dalam penyampaian pidato LKPj tahun anggaran 2020, Rabu (7/4/2021) siang.

Sebelum pandemi, dikatakan Irsyad, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pasuruan berada dalam tren positif. Bahkan kata Bupati, dua tahun sebelumnya selalu berada di atas angka pertumbuhan Jawa Timur dan Nasional.

“Sebelum pandemi covid-19 menunjukkan tren positif dan selalu berada di atas angka Jawa Timur dan Nasional, yaitu tahun 2018 sebesar 5,79 persen dan tahun 2019 sebesar 5,83 persen,” jelasnya.

Gus Irsyad, sapaanya, mengungkapkan terdapat lima lapangan usaha yang berkontribusi besar dalam struktur perkonomian Kabupaten Pasuruan. Hal ini berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku tahun 2020.

“Pertama Industri pengolahan 57,68 persen. Kedua, konstruksi 12,44 persen. Ketiga, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 9,86 persen. Keempat, pertanian, kehutanan dan perikanan 6,64 persen. Dan kelima penyediaan akomodasi dan makan minum 4 persen,” bebernya.

Sementara sisanya sebesar 9,38 persen, disumbang oleh lapangan usaha lainnya.

Berkaitan dengan kondisi perekonomian pada tahun 2020, jumlah kemiskinan pada tahun itu juga mengalami peningkatan. Jumlah kemiskinan pada tahun 2020 mencapai 9,26 persen akibat menurunnya pengeluaran perkapita atau daya beli masyarakat tahun 2020.

“Dibandingkan tahun 2019 sebesar 8,68 persen. Angka kemiskinan tahun 2020 di Kabupaten Pasuruan masih di bawah angka kemiskinan Jawa Timur yang sebesar 11,09 persen dan Nasional sebesar 10,19 persen. (oel/asd)