Jelang Ramadan, Ribuan Botol Miras Dimusnahkan Polres Pasuruan

1074

 

Bangil (WartaBromo.com) – Menjelang Ramadan 1442 H, ribuan botol minuman keras dimusnahkan Polres Pasuruan, Senin (12/4/2021). Ribuan miras dan sejumlah barang bukti kriminalitas adalah hasil operasi pekat menjelang bulan suci.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menjelaskan, operasi pekat ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang bulan suci Ramadan 1442 H. Sedikitnya, ribuan botol miras dan sejumlah barang bukti lain diamankan polisi.

“Miras yang berhasil kita sita, itu sebanyak 5029 botol, tapi tidak semuanya hari ini kita musnahkan, karena ada izin sita yang masih kita mintakan ke pengadilan, setelah selesai semua baru akan kita musnahkan semua,” kata Rofiq, saat rilis di Mapolres Pasuruan.

Baca Juga :   Baru Dapat Asimilasi 2 Minggu, Residivis Narkoba Kembali Dibekuk

Pemusnahan ribuan botol miras ini dilakukan di halaman Mapolres Pasuruan menggunakan alat berat. Botol miras beragam merk dan arak digelar di jalan, lalu digilas dengan silinder.

Secara umum, sasaran operasi pekat di antaranya premanisme, prostitusi, pornografi, judi, bahan peledak, narkoba, hingga miras. Sebanyak 536 kasus berhasil diungkap, dan 547 tersangka berhasil diamankan.

Dalam operasi pekat yang digelar pada 22 Maret – 2 April 2021 ini, kasus yang terungkap didominasi kasus premanisme. Lebih dari 90 persen dari kasus yang terungkap adalah kasus premanisme.

“Hasilnya, kegiatan selama sepuluh hari itu, dari 17 polsek dan Polres Pasuruan berhasil melakukan penanganan pada 491 kasus premanisme, dengan tersangka keseluruhan 489 orang, masuk kategori bikin tidak nyaman masyarakat. Namun yang bisa dinaikkan penyidikan tidak seluruhnya,” jelasnya.

Baca Juga :   Warga Bulusari Demo Polres Pasuruan, Ada Apa?

Selain itu, kata Rofiq, polres juga mengungkap sejumlah kasus prostitusi, pornografi, judi, dan bahan peledak. Di antaranya, 11 tersangka yang terlibat kasus prostitusi diamankan. Dengan 1 tersangka dinaikkan ke penyidikan, dan sisanya mendapatkan pembinaan.

Khusus bahan peledak, pihak kepolisian terus memperdalam kepemilikan bahan peledak. Pasalnya masih ada dua kasus bondet lain yang perlu dilakukan penyelidikan.

“Ada 4 bondet yang diamankan, tapi masih ada 2 TKP lagi, bondet, yang posisinya masih kita lakukan penyelidikan,” tambahnya.

Dengan banyaknya pengungkapan kasus kriminalitas ini, kata Rofiq, tidak membuat pihak kepolisian puas. Justru, pihaknya akan terus mengevaluasi kinerja kepolisian dalam bidang kamtibmas.

“Dalam operasi pekat ini, polres pasuruan menduduki peringkat ke-11 dari 39 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kita tidak boleh berbesar hati, justru kita harus mengevaluasi, ternyata dari hasil operasi pekat ini kita masih menemukan banyak penyimpangan,” tandasnya. (oel/asd)