Ini Trik Unik Agar Sandal Tak Hilang Saat Sholat Tarawih

588

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebagian besar orang pasti pernah kehilangan sandal saat salat tarawih. Hal tersebut pasti menjengkelkan, bukan?

Apalagi saat salat tarawih pertama kali, kebanyakan orang berduyun-duyun memenuhi shaf untuk salat tarawih berjamaah. Namun, pada saat inilah banyak sandal yang hilang atau sengaja ditukar oleh orang lain.

Meski harganya murah, sebagai pemilik sandal pasti merasa jengkel jika alas kakinya sering hilang. Apalagi jika tinggal sebelah saja, sudah pasti enggan berangkat ke masjid.

Tapi, tenang dulu bolo warmo! Jangan segera memutuskan untuk tidak salat tarawih hanya karena kehilangan sandal. Pasalnya, setelah dinukil dari beberapa sumber ada trik unik yang bisa bolo warmo lakukan demi mencegah kehilangan sandal.

Apa saja? Yuk, simak!

1. Beri Tulisan Unik di Atas Permukaan Sandal

Bolo warmo pasti pernah menjumpai sepasangan sandal jepit yang diberi tulisan nyeleneh, bukan? Nah, ternyata upaya memberi tulisan seperti itu bisa menjadi trik agar sandal tidak hilang saat salat tarawih.

Mengapa bisa? Tentu saja, orang pasti akan berpikir jika sandal tersebut mudah ditemukan. Apalagi jika terdapat nama bolo warmo, wah dijamin aman!

Contoh tulisan uniknya adalah “Awas, sandal ini dipantau CCTV”, “Jangan diambil, please! Sudah 7x beli” atau “Sandal ini belum lunas, jangan dimaling dulu!” dan lain sebagainya.

2. Gunakan Sandal yang Sudah Jelek

Punya sandal yang warnanya sudah hampir pudar atau terlihat usang? Jangan dibuang! Gunakan sandal ini saat salat tarawih karena bisa menghindari potensi sandal dimaling.

Sebagaimana diketahui, orang yang terbiasa mengambil sandal saat momen tarawih cenderung memilih sandal yang masih bagus. Oleh karena itu, simpan dulu sandal terbaik bolo warmo dan jangan dipakai pergi ke masjid.

3. Tidak Datang ke Masjid di Waktu yang Sama dan Tidak Berkerumun Saat Pulang

Apabila sudah sering menjadi korban dari maling sandal, maka coba gunakan trik yang ketiga ini. Bolo warmo sebaiknya datang ke masjid di jam yang berbeda. Misalnya saat awal sebelum adzan atau saat memasuki iqomah.

Kemudian, seusai salat, jamaah terawih jangan berebut mengambil sandal. Pantau saja setiap kaki yang mengenakan sandal agar bolo warmo bisa tau siapa biang kerok yang mengambil sandal. (trj/may)