Tak Kunjung Ditangani, Tebing Longsor di Jalur Bromo via Tutur Bahayakan Warga

613

 

Tutur (WartaBromo.com) – Tebing di sisi jalan raya Wonosari, Kecamatan Tutur longsor sejak sebulan lalu. Namun, hingga kini belum juga ditangani.

Sekretaris Desa Wonosari Darji Isnandar mengatakan, akibat longsor yang terjadi sebulan lalu, hingga kini tebing tersebut belum ditangani. Padahal, tepat di sebelah tebing yang longsor, berdiri sejumlah bangunan warga.

“Ini kan membahayakan warga, sudah sebulan lalu longsor, tapi belum ditangani,” kata Darji, Minggu (18/4/2021).

Tebing yang longsor, kondisinya semakin parah tatkala turun hujan. Akibatnya, tanah semakin tergerus, hingga menyisakan bahu jalan. Sehingga, warga setempat menutup sebagian jalan, khawatir akibat dilintasi kendaraan terjadi longsor.

Untuk itu, ia sudah sudah melayangkan surat kepada Dinas Bina Marga Kabupaten. Bahkan, dua kali pemerintah desa setenpat melayangkan surat permohonan agar kerusakan tersebut segera ditangani.

“Sudah dua kali saya kirim surat, terakhir tanggal 9 April, tapi belum juga ditangani. Kami berharap segera mendapat penanganan dari instansi terkait,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris saat dikonfirmasi tidak menerima laporan tanah longsor di titik tersebut. Pihaknya perlu melakukan cek ulang terkait tanah longsor tersebut.

“Coba saya cek besok, apakah memang belum ditangani, karena laporannya bukan ke kami,” ucap Harris.

Harris menambahkan, pada saat longsor terjadi di Kecamatan Tutur, anggaran kebencanaan yang diambil dari BTT memang menipis. Sehingga, perlu adanya penghematan guna mengantisipasi bencana lain yang berpotensi menyedot anggaran besar.

“Anggaran BTT pada saat itu habis, jadi kita bertahan untuk penanganan kemanusiaan, misal bantuan sembako, misal kalau banjir bisa langsung dibackup. Nanti setelah refocusing, anggaran BTT tersedia lagi, dan bisa digunakan untuk penanganan ketika terjadi bencana,” tandasnya. (oel/asd)