Pentingnya Moderasi dalam Kehidupan Beragama

370

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Moderat dan toleransi (moderasi) dalam kehidupan beragama dinilai suatu yang penting. Sebab tanpa adanya hal tersebut akan timbul ketidakharmonisan antar umat.

Islam merupakan agama yang paling banyak dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Bahkan, terdapat beragam organisasi masyarakat (ormas) yang pada intinya membawa syiar Islam.

“Apabila kita lihat data di Kementerian Agama, ormas itu banyak sekali. Tercatat ada 36 ormas keagamaan dengan misi masing-masing tetapi syiar yang dibawa hanya satu, yaitu Islam,” ungkap Ust. Munif Armuza dalam tausiyahnya.

Meskipun terdapat banyak ormas, tetapi antara organisasi satu dengan lainnya berjalan beriringan dalam me-syiar-kan Islam. Masing-masing ormas membawa misi keagamaan dengan caranya sendiri, sehingga Islam bisa tersampaikan dengan baik pada masyarakat.

Dalam hal ini, moderasi dalam kehidupan beragama, menurutnya, berperan penting agar misi setiap ormas bisa terorganisir dengan baik. Apalagi dalam syiar Islam tidak bisa dengan cara yang terlalu keras atau terlalu lembek.

“Apabila menyampaikan misi Islam di suatu organisasi, maka harus sesuai dengan kebijakan yang telah disesuaikan dengan apa yang terjadi dan menjadi kebiasaan masyarakat,” jelasnya.

Bahkan, Munif mencontohkan kisah Walisongo yang membawa misi menyebarkan Islam di Nusantara. Ia mengatakan, saat Walisongo me-syiar-kan Islam, sama sekali tidak ada gejolak, kekerasan, maupun pertumpahan darah.

Khususnya di Indonesia yang memiliki enam agama yang diakui negara. Apabila tidak ada moderasi dalam kehidupan beragama, maka akan terjadi perpecahan antar umat.

“Indonesia memiliki penghayatan berbeda dalam setiap agama yang diyakini. Nah, apabila kita tidak menyampaikan agama dengan cara moderat dan toleransi, tentu tidak mungkin terjadi persatuan yang kuat di Indonesia,” tambah Munif.

Lebih lanjut dikatakannya, bentuk moderasi inilah yang akhirnya membentuk kesatuan bangsa Indonesia, yakni NKRI, dan menyatu dalam satu falsafah Pancasila.

Oleh karena itu BoloWarmo, sebagai masyarakat yang tinggal di negara Indonesia, sepatutnya masing-masing memiliki sikap toleransi. Khususnya dalam hal beragama agar kehidupan ini menjadi tenang dan damai. (trj/ono)