Gus Fauzi Desak Polisi Buru Pembuat-Pemasok Bondet

1240
Pengasuh Ponpes Roudlotul Hasanah, Kota Pasuruan, Gus Fauzi.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Maraknya tindak kejahatan di Pasuruan dalam beberapa hari terakhir memantik keprihatinan dari sejumlah pihak.

Salah satunya, Gus Fauzi, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Hasanah, Kelurahan Tembokrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak setahun lalu memang membawa dampak di berbagai sektor. Termasuk, ekonomi.

“Situasi sekarang memang sulit. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan karena pandemi ini. Tapi, itu bukan menjadi alasan untuk berbuat kriminal,” katanya.

Pihaknya mengaku kaget dengan beberapa tindak kejahatan yang berlangsung belakangan ini. Apalagi, rangkaian peristiwa itu termasuk dalam kejahatan besar karena sampai memakan korban. Seperti pembunuhan warga Kejayan, hingga yang terbaru aksi penganiayaan di Grati hingga korban tewas.

Pada satu sisi, pihaknya mengapresiasi kinerja kepolisian yang dengan cepat berhasil mengungkap pelakunya. Akan tetapi, hal itu dinilainya belum cukup.

Terhadap kasus pelemparan bondet di Grati misalnya. Menurut Gus Fauzi, polisi harus pula mengungkap pemasok dan atau pembuat bondet (bom ikan) yang dipakai pelaku.

“Seringkali bondet ini dipakai senjata para pelaku tindak kejahatan. Ini harus dikejar. Siapa yang membuat dan menjual. Karena dari informasi yang saya dapat, harganya relatif murah,” ujarnya.

Menurut Gus Fauzi, melihat latar belakang pelaku yang bukan nelayan, ia meyakini bondet tersebut didapat dengan cara membeli. “Dan ini harus dikejar. Siapa saja yang membuat. Termasuk, toko penyedia bahannya,” jelasnya.

Terakhir, demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama, ia pun mengajak semua pihak untuk terlibat aktif menjaga keamanan. (tof/asd)