Ramadan, Bisnis Esek-Esek Tretes Ikut Tiarap

3822

 

Prigen (WartaBromo.com) – Ramadan memberikan suasana di puncak Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sedikit berbeda. Bisnis esek-esek dan kuliner relatif lebih sepi dari biasanya.

Sujarwi (nama samaran), salah satu makelar di Gang Sono mengaku, sejak sepuluh hari terkahir, ia belum mendapat pelanggan sama sekali. Ia hanya mendapat pemasukan dari parkir saja.

“Sepi, posoan tambah sepi, 10 hari ini tidak dapat, cuma dapat dari parkir 5 ribu, 10 ribu,” akunya kepada WartaBromo., Sabtu (17/4/2021) malam.

Tidak hanya di Gang Sono, menurutnya, hal yang sama juga terjadi di wilayah Pesanggrahan dan Watu Adem. Sebagian wanita pekerja seks pun pulang.

“Sama saja, tidak di sini saja, banyak yang pulang,” tuturnya pria paruh baya ini.

Baca Juga :   Terjaring Razia, Belasan WPS Tretes-Ngopak Didenda Rp300 Ribu hingga Rp1,5 Juta

Ia menghabiskan banyak waktu untuk duduk saja di depan gang guna menunggu pelanggan. Saat WartaBromo., menemaninya beberapa menit, ia juga tak kunjung mendapat pelanggan.

Dari sore hingga selepas magrib, dari pantauan WartaBromo., di ruas jalan sekitar Pesanggrahan kondisinya juga sepi. Tidak banyak kendaraan yang melintas, maupun yang berada di hotel.

Kondisi serupa tidak hanya dialami bisnis esek-esek. Bisnis kuliner di kawasan Tretes juga merasakan perbedaan saat Ramadan.

Muri, Ketua Paguyuban Pedagang Wisata Pecalukan mengaku terjadi penurunan omzet saat Ramadan seperti sekarang ini.

“Ada penurunan, biasanya buka dari pukul 16.00 sore, sampai pukul 04.00 pagi, sekarang tutupnya jam 1 pagi, ” ucap Muri yang juga menggelar lapak sate di depan Hotel Surya.

Baca Juga :   Duduk Manis Tunggu "Tamu", 8 PSK Wajah Baru Disikat Aparat

Dalam sehari, sebelum Ramadan, omzetnya berdagang sate bisa mencapai Rp 1,5 juta. Lima hari belakangan, dalam sehari ia hanya mengantongi Rp 800 – 900 ribu.

“Penurunannya karena tutupnya lebih maju, pukul 01.00 WIB. sudah tutup,” pungkasnya.

Dari pantauan WartaBromo., sejak sekitar pukul 15.30-16.30 WIB, ruas jalan di sekitar Hotel Surya terpantau sepi. Kendaraan roda dua dan mobil hanya sesekali melintas. Menjelang buka puasa, kawasan kuliner tersebut mulai ramai, hingga setelah berbuka puasa. (oel/asd)