Jangan Lakukan Ini Jika Tak Ingin Amal Kebaikan Hilang

420

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Setiap orang mukmin pasti ingin amal ibadahnya diterima Allah Swt. Namun, tanpa disadari ada perilaku yang bisa menyebabkan amal ibadah menjadi lebur.

“Ulama besar ahli tasawuf, Syekh Abu Hasan Al-Sadili mengatakan ada satu hal yang bisa menyebabkan amal-amal kita terlebur dan hilang semua,” kata Ustaz Zubair Dhofir.

Apakah itu? Ustaz Zubair Dhofir mengungkapkan perilaku itu ialah perasaan tidak suka dengan ketentuan dan takdir Allah. Contoh ketentuan Allah Swt itu seperti terjadinya banjir, gempa, atau saat datangnya pandemi seperti sekarang ini.

Nah, kebanyakan orang, menurut ustaz yang aktif di lembaga dakwah NU ini, memang tanpa sadar merasa benci apabila takdir yang dialami merupakan hal buruk. Ketika mengalaminya, seringkali muncul cacian dari mulut atau bahkan menggerutu dalam hati.

Tanpa disadari perlakukan semacam itu dapat menghilangkan semua amal yang pernah dilakukan. Maka dari itu, Ustaz Zubair mengingatkan, umat muslim harus sabar dalam menghadapi takdir Allah Swt.

Lebih lanjut diceritakan tentang seorang ulama besar di Mesir bernama Syaikh Afifuddin Az-Zahid. Dalam kisahnya, syaikh Afifudin merasa jengkel pada Allah Swt atas terdengarnya kabar pembunuhan besar-besaran yang terjadi di Baghdad, Irak.

Saat itu orang kafir membantai orang Islam, mushaf-mushaf dikalungkan ke leher dan ekor anjing. Bahkan, kitab orang Islam dihanyutkan ke bengawan yang bernama Dajlah.

“Sampai-sampai bengawan itu menyerupai jembatan mushaf dan bisa dilalui oleh hewan yang ditunggangi oleh orang kafir,” tambah Ustaz Zubair.

Kemudian saat tertidur, dalam mimpinya syaikh Afifuddin bertemu seorang lelaki yang membawa buku. Buku itu kemudian dibuka dan di dalamnya terdapat sebuah tulisan berikut:

Hentikan dan tinggalkan menentang keputusan Allah. Sebab apapun yang terjadi di cakrawala ini adalah ketentuan-Nya dan jangan kau tentang sedikitpun. Apabila kau menentangnya maka kau akan hancur sendiri.

“Oleh karena itu, semoga kita bisa menjadi orang yang sabar dan tidak menentang takdir Allah. Semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya. (trj/ono)